BPBD Kota Bogor Siaga Bencana, Hadapi Fluktuasi Cuaca
- 17 Mei 2026 10:57 WIB
- Bogor
Poin Utama
- Kondisi cuaca berawan mendominasi wilayah Kota Bogor dengan dua kejadian bencana tercatat ditangani petugas selama pemantauan harian, yakni pohon tumbang dan atap rumah ambruk, Sabtu, 16 Mei 2026.
- Selain pengawasan wilayah, petugas juga melakukan pengecekan kendaraan operasional dan perlengkapan penanggulangan bencana sebagai bagian dari kesiapsiagaan harian.
RRI.CO.ID, Bogor - Kondisi cuaca berawan mendominasi wilayah Kota Bogor dengan dua kejadian bencana tercatat ditangani petugas selama pemantauan harian, yakni pohon tumbang dan atap rumah ambruk, Sabtu, 16 Mei 2026. Pemantauan dilakukan oleh Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kota Bogor bersama tim reaksi cepat di enam kecamatan.
Petugas BPBD Kota Bogor melakukan pengawasan terhadap 68 kelurahan melalui radio komunikasi, grup pelaporan kebencanaan, serta aplikasi pengaduan masyarakat. Pemantauan juga diperkuat dengan informasi cuaca dan kebencanaan dari sejumlah lembaga seperti BMKG, BNPB, BPBD Provinsi Jawa Barat, hingga kanal media sosial.
Danru Piket Regu 3 BPBD Kota Bogor, M. Fajar Solehudin, mengatakan personel terus disiagakan untuk merespons laporan masyarakat terkait potensi bencana maupun kejadian darurat.
“Kami terus melakukan pemantauan di seluruh wilayah Kota Bogor dan memastikan personel siap melakukan assessment serta penanganan cepat apabila terdapat laporan kejadian bencana maupun musibah,” ujarnya.
Selain pengawasan wilayah, petugas juga melakukan pengecekan kendaraan operasional dan perlengkapan penanggulangan bencana sebagai bagian dari kesiapsiagaan harian. Sejumlah armada seperti mobil rescue, ambulans, motor trail, hingga truk angkutan personel disiapkan untuk mendukung penanganan darurat.
Berdasarkan laporan harian Pusdalops-PB, situasi tinggi muka air di Bendung Ciliwung Katulampa dan Bendung Cisadane Empang berada pada status normal atau siaga empat. Tinggi muka air di kedua titik pemantauan tercatat berada pada angka 20 sentimeter hingga malam hari.
Fajar Solehudin menambahkan laporan kejadian bencana sepanjang hari diperoleh dari masyarakat melalui media sosial dan grup komunikasi kebencanaan.
“Kami mengimbau masyarakat segera melapor apabila melihat potensi bencana atau kejadian darurat agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat,” katanya.
BPBD Kota Bogor mengingatkan masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan meski prakiraan cuaca tidak menunjukkan adanya peringatan dini cuaca ekstrem. Warga juga diminta memperhatikan kondisi lingkungan, terutama pohon besar, saluran air, dan bangunan yang rawan mengalami kerusakan saat perubahan cuaca terjadi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....