Puluhan Rumah Terendam Banjir Luapan Sungai Cidurian di Cigudeg Kabupaten Bogor

  • 16 Mei 2026 21:11 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor- Tingginya curah hujan di wilayah Barat Kabupaten Bogor kembali mengancam keselamatan warganya. Hujan yang terjadi pada Sabtu 16 Mei 2026 siang hingga sore hari itupun mengakibatkan sungai Cidurian meluap.

Luapan itupun terjadi di Kampung Bolang Desa Argapura Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor. Dari laporan warga ada 50 Kepala Keluarga terdampak genangan banjir akibat luapan sungai tersebut.

Banjir terjadi di pemukiman warga disepanjang bantaran sungai akibat adanya tanggul penahan bantaran sungai tersebut jebol dan belum diperbaiki oleh pemerintah Provinsi Jawa Barat. Meski bukan pertama kalinya terjadi warga meminta agar pemerintah segera turun tangan.

Salah seorang warga bernama Esa, mengatakan jika warga selalu merasa cemas setiap kali cuaca mulai mendung.

“Tanggul di kali belum diperbaiki. Hujan sedikit saja langsung banjir, apalagi kalau hujan deras, ketinggian air bisa mencapai 1,5 meter. Ini sudah keempat kalinya, namun pemerintah daerah belum juga mengambil tindakan konkret,” ujar Esa, Sabtu 16 Mei 2026.

Warga lainnya Rohana, warga merasa terancam jika terus menerus genangan aliran sungai masuk kedalam pemukiman padat penduduk diwilayah itu

"Kami mohon dengan sangat kepada Bapak Bupati Bogor, Gubernur Jawa Barat, dan para anggota dewan, tolong segera bertindak. Kami sudah empat kali berturut-turut terkena banjir. Tanggul kami jebol, tolong segera diperbaiki karena air sangat deras dan membahayakan," tambah Rohana.

Sekretaris Desa Argapura, Kecamatan Cigudeg, Sahrul, membenarkan terjadinya musibah tersebut. Pihak pemerintah desa telah melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak. Meski belum diketahui secara pasti legalitas mereka tinggal dibantaran sungai tersebut.

"Iya benar, kurang lebih 50 Kepala Keluarga kembali terendam banjir. Namun, saat ini kondisi air sudah mulai berangsur surut," Ujar Sekdes Sahrul.

Banjir surut setelah terjadi genangan selama kurang lebih 1 jam. Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan permanen pada infrastruktur tanggul agar aktivitas masyarakat tidak terus terganggu dan keselamatan warga lebih terjamin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....