NU Kota Bogor Gelar Pelatihan Jurnalistik untuk Pemuda
- 14 Mei 2026 16:32 WIB
- Bogor
Poin Utama
- Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Bogor menggelar pelatihan jurnalistik bagi kalangan muda dan masyarakat Nahdliyyin guna meningkatkan pemahaman tentang dunia media dan informasi digital.
- Kegiatan bertema “Menjadi Komunikator NU yang Kritis Transformatif di Era Digital” itu menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan praktisi media dan organisasi keagamaan.
RRI.CO.ID, Bogor - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Bogor menggelar pelatihan jurnalistik bagi kalangan muda dan masyarakat Nahdliyyin guna meningkatkan pemahaman tentang dunia media dan informasi digital. Kegiatan bertema “Menjadi Komunikator NU yang Kritis Transformatif di Era Digital” itu menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan praktisi media dan organisasi keagamaan, Kamis, 14 Mei 2026.
Pelatihan tersebut diikuti peserta dari berbagai kalangan muda Nahdliyyin di Kota Bogor. Kegiatan itu difokuskan pada penguatan kemampuan jurnalistik dan pemanfaatan media sosial secara positif di tengah derasnya arus informasi digital.
Ketua PC Nahdlatul Ulama Kota Bogor, Edi Nurokhman, mengatakan pemahaman ilmu jurnalistik penting agar syiar dan informasi positif warga Nahdliyyin dapat tersebar lebih luas kepada masyarakat.
“Saat ini penting untuk mengenal ilmu jurnalistik agar syiar menjadi lebih menyebar agar nantinya bisa lakukan pembelajaran pada semua masyarakat tentang kebaikan warga Nahdliyyin,” ujarnya.
Ia menambahkan pelatihan tersebut juga menjadi langkah awal untuk membentuk generasi muda yang mampu menghadirkan forum jurnalis Nahdlatul Ulama di Kota Bogor. Menurutnya, keberadaan forum tersebut diharapkan dapat menjadi wadah penyebaran informasi yang edukatif, menyejukkan, dan sesuai nilai-nilai keislaman.
Dalam pelatihan itu, peserta mendapatkan materi mengenai dasar-dasar jurnalistik, teknik penulisan berita, hingga cara mengenali dan menghindari informasi menyesatkan atau hoax. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya penggunaan media sosial secara bijak agar tidak mudah terpengaruh isu negatif maupun kabar bohong.
Sejumlah narasumber hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Sonni Agung Saputra dan Abdul Nun'im Hasanyang memberikan materi terkait berita, informasi, dan jurnalistik dalam perspektif kaidah keislaman. Materi itu diarahkan agar peserta mampu menjadi komunikator yang kritis namun tetap menjaga etika dan nilai keagamaan.
Salah seorang peserta, Fahmi, menilai pelatihan jurnalistik tersebut memberikan manfaat besar bagi generasi muda dalam memahami dunia media.
“Pelatihan ini sangatlah berguna sehingga menjadikan salah satu pembelajaran agar mengenal jurnalistik untuk berbagai kepentingan,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....