Cagar Budaya Kabupaten Bogor Jadi Identitas dan Karakter Bangsa
- 14 Mei 2026 14:19 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Pemerintah Kabupaten Bogor terus memperkuat upaya pelestarian cagar budaya sebagai bagian dari identitas dan karakter bangsa. Pelestarian tersebut dinilai penting untuk menjaga sejarah, peradaban, dan nilai budaya yang diwariskan kepada generasi mendatang.
Dalam dialog Bogor Pagi ini edisi Rabu, 13 Mei 2026, Plt Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bogor, Yudi Santosa mengatakan cagar budaya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan panjang sebuah bangsa. Menurutnya, cagar budaya bukan sekadar warisan fisik, tetapi juga mencerminkan kepribadian bangsa.
“Cagar budaya ini adalah bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah perjalanan panjang tentang sebuah bangsa. Bukan hanya berkaitan dengan warisan budaya, tapi juga meningkatkan harkat dan martabat bangsa. Peradaban yang lahir di dalamnya menunjukkan kepribadian bangsa. Ketika kita bicara warisan cagar budaya, itu bagian dari karakter bangsa itu sendiri,” ujarnya.
Yudi menjelaskan Kabupaten Bogor memiliki kekayaan cagar budaya yang tersebar di berbagai wilayah. Saat ini terdapat 51 cagar budaya tingkat kabupaten yang telah ditetapkan dan sekitar 170 objek diduga cagar budaya yang telah terdata.
Menurutnya, masih banyak potensi cagar budaya lain yang belum dikaji karena usianya telah melebihi 50 tahun. Pemerintah daerah pun terus melakukan pemetaan bersama Tim Ahli Cagar Budaya untuk menentukan objek yang perlu segera ditetapkan dan dilestarikan.
“Cagar budaya yang belum kita kaji juga masih lebih banyak lagi. Ada yang bentuknya situs, makam, dan peninggalan sejarah lainnya. Kita pilah-pilah mana yang kemudian disegerakan untuk ditetapkan sebagai cagar budaya. Fungsinya supaya betul-betul bisa dilestarikan, dirawat, dan dijaga,” ucapnya.
Ia menyebut Pemerintah Kabupaten Bogor pada tahun 2026 mengalokasikan anggaran sekitar Rp10 miliar khusus untuk pelestarian cagar budaya. Anggaran tersebut digunakan untuk perawatan, revitalisasi, hingga pengembalian bentuk bangunan cagar budaya ke kondisi aslinya.
Yudi mencontohkan revitalisasi bangunan SD Negeri 2 Cileungsi yang dahulu merupakan perkantoran perkebunan. Selain itu, revitalisasi juga dilakukan terhadap Pendopo Veteran di Jalan Veteran Bogor agar kembali menyerupai bentuk awalnya.
“Pak Bupati meminta kepada kami untuk memastikan bangunan cagar budaya dikembalikan ke asalnya. Jadi kondisinya dibuat mirip seperti semula. Sekalipun zaman terus berkembang, sejarah awal dari bangunan itu harus tetap dijaga. Itu yang sedang kami lakukan,” kata Yudi menambahkan.
Ia berharap masyarakat ikut terlibat menjaga cagar budaya di Kabupaten Bogor. Menurutnya, pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....