Penutupan Tambang Picu Dampak Sosial, Warga Rumpin Dorong Kebijakan Berimbang

  • 06 Mei 2026 18:51 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Penutupan aktivitas tambang di Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Pemerintah kecamatan mendorong adanya kebijakan yang lebih berimbang agar dampak tersebut tidak berkepanjangan.

Dalam Dialog Bogor Pagi Ini edisi Rabu, 6 Mei 2026, Camat Rumpin, Icang Aliyudin, menyampaikan bahwa kebijakan penutupan tambang memiliki sisi positif dan negatif. Perbaikan lingkungan terjadi, namun di sisi lain banyak warga kehilangan pekerjaan.

“Penutupan tambang membawa dampak positif seperti berkurangnya kerusakan jalan dan debu. Namun di sisi lain, masyarakat yang bergantung pada tambang kehilangan sumber penghasilan,” ujar Icang.

Ia menjelaskan, ribuan warga terdampak dan belum mendapatkan solusi ekonomi yang memadai. Kondisi ini turut memicu meningkatnya persoalan sosial di wilayah tersebut.

“Hampir 19 ribu warga terdampak dan sebagian belum memiliki pekerjaan tetap. Hal ini berimbas pada meningkatnya potensi masalah sosial seperti pencurian,” katanya.

Pemerintah kecamatan pun mengusulkan agar tambang yang memiliki izin lengkap dapat dipertimbangkan untuk beroperasi kembali. Namun, operasional tersebut harus disertai pengawasan ketat dan sistem yang lebih tertata.

“Tambang yang legal dan memenuhi kewajiban bisa dipertimbangkan untuk dibuka kembali. Tentunya dengan sistem angkutan yang tidak merusak jalan umum,” ucapnya.

Selain itu, pembangunan jalan khusus tambang menjadi solusi jangka panjang yang tengah didorong. Pemerintah berharap langkah ini dapat menjaga keseimbangan antara kebutuhan ekonomi dan kualitas lingkungan.

Masyarakat juga diimbau untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban selama masa transisi kebijakan. Pemerintah memastikan akan terus memperjuangkan solusi terbaik bagi warga terdampak.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....