Warga Bogor Perlu Lebih Peka Hadapi Cuaca Tak Menentu di Masa Transisi

  • 06 Mei 2026 10:41 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Perubahan cuaca yang tidak menentu di masa peralihan musim membuat masyarakat Bogor perlu meningkatkan kewaspadaan. Hujan yang turun tiba-tiba dengan intensitas tinggi kerap terjadi, terutama pada siang hingga malam hari. Kondisi ini menuntut masyarakat lebih peka dalam membaca potensi cuaca ekstrem.

Forecaster BMKG, Leni Jantika Haswan, menjelaskan bahwa saat ini wilayah Jawa Barat, termasuk Bogor, masih berada pada periode transisi dari musim hujan ke kemarau. Pada fase ini, dinamika atmosfer cenderung tidak stabil sehingga memicu hujan dengan intensitas beragam. Situasi ini membuat pola cuaca sulit diprediksi secara sederhana oleh masyarakat.

“Secara umum, ini masih periode peralihan sehingga cuaca cenderung dinamis. Hujan bisa terjadi tiba-tiba dengan intensitas sedang hingga lebat,” ujarnya dalam Dialog Bogor Pagi Ini edisi Selasa, 5 Mei 2026.

Ia menambahkan, Bogor memiliki karakteristik yang berbeda dibanding wilayah lain di Jawa Barat. Hal ini karena Bogor termasuk wilayah dengan satu pola musim yang memungkinkan hujan tetap tinggi sepanjang tahun.

“Bogor memiliki potensi curah hujan yang relatif tinggi, bahkan saat masa peralihan. Ini dipengaruhi oleh kondisi geografis dan topografi wilayah,” katanya.

Menurutnya, faktor dataran tinggi di Bogor turut memicu terbentuknya hujan orografis. Kondisi tersebut membuat wilayah ini lebih rentan terhadap hujan lebat yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor.

“Biasanya pagi hingga siang cuaca cerah, lalu hujan turun pada sore hingga malam. Pola ini perlu dikenali masyarakat agar bisa mengantisipasi aktivitas harian,” ucapnya.

Selain memahami pola cuaca, masyarakat juga diminta aktif memanfaatkan informasi peringatan dini dari BMKG. Informasi tersebut disampaikan secara berkala, mulai dari skala harian hingga beberapa jam sebelum kejadian.

“Peringatan dini menjadi langkah awal untuk mengurangi risiko. Masyarakat diharapkan memahami lokasi, waktu, dan potensi bahaya yang disampaikan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk membatasi aktivitas luar ruang saat ada potensi cuaca ekstrem. Terutama bagi warga yang tinggal di wilayah rawan bencana seperti bantaran sungai dan daerah perbukitan.

“Jika ada peringatan hujan lebat atau cuaca ekstrem, sebaiknya hindari aktivitas di luar dan jauhi daerah rawan. Ini penting untuk keselamatan,” katanya.

Dengan kondisi cuaca yang dinamis, kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam mengurangi dampak bencana. Masyarakat diharapkan tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mampu memahami dan menindaklanjutinya dalam kehidupan sehari-hari.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....