HPPMI Ungkap Dampak Lapak Liar terhadap Harga dan Peternak Lokal

  • 27 Apr 2026 22:07 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Keberadaan lapak liar penjualan hewan kurban di Kota Bogor dinilai berdampak pada persaingan usaha yang tidak sehat. Selain itu, kondisi ini juga berpotensi merugikan peternak resmi serta pendapatan daerah.

Dalam dialog Bogor Pagi Ini edisi Senin, 27 April 2026, Ketua HPPMI Kota Bogor, Sion Toni Samosir, mengungkapkan bahwa pedagang ilegal tidak hanya menimbulkan persoalan lingkungan, tetapi juga mempengaruhi stabilitas harga pasar.

“Lapak liar membuat harga menjadi tidak terkendali. Ini berdampak langsung pada peternak resmi yang sudah mengikuti aturan.Peternak lokal sebenarnya sudah memenuhi berbagai ketentuan, mulai dari kesehatan hingga retribusi. Namun secara bisnis mereka kalah bersaing,” tambahnya.

Ia menjelaskan, perbedaan harga antara lapak resmi dan ilegal cukup signifikan. Hal ini menjadi salah satu faktor utama terjadinya persaingan tidak sehat di lapangan. Sebagai contoh, sapi dengan bobot sekitar 250 kilogram di peternak resmi dijual sekitar 17 hingga 18 juta rupiah. Sementara di lapak liar, harga bisa turun hingga 13 sampai 14 juta rupiah.

“Kondisi ini jelas merugikan peternak resmi. Mereka sudah berinvestasi pada kualitas, tetapi kalah oleh harga murah yang tidak terkontrol. Selain itu, pemerintah juga berpotensi kehilangan pendapatan daerah dari retribusi. Ini menjadi kerugian yang tidak kecil,” lanjutnya.

HPPMI menyebut, peternak resmi membayar retribusi sekitar 85 ribu rupiah per ekor. Jika jumlah hewan ilegal mencapai ribuan, maka potensi kebocoran PAD dinilai cukup besar. Di sisi lain, HPPMI terus mendorong peningkatan kualitas peternak lokal. Mulai dari penerapan biosecurity, sanitasi, hingga pengelolaan limbah berbasis prinsip ramah lingkungan.

“Kami tidak hanya menjual hewan, tetapi juga memastikan sistem pengelolaan yang baik. Termasuk penerapan zero waste melalui pengolahan limbah menjadi kompos. Berbeda dengan lapak liar yang sering menimbulkan pencemaran, kami berupaya menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat,” tutupnya.

HPPMI juga mengajak masyarakat untuk mendukung peternak lokal. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan usaha sekaligus memastikan kualitas hewan kurban yang aman dan sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....