BMKG Imbau Warga Siap Hadapi Dampak El Niño sejak Dini

  • 23 Apr 2026 14:27 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak El Niño. Meski diperkirakan berintensitas lemah hingga sedang, fenomena ini tetap berpotensi memengaruhi kondisi cuaca di wilayah Bogor.

Prakirawan BMKG Jawa Barat Wilayah Bogor, Intan Sakti Auladiah, mengatakan masyarakat tidak perlu panik, namun tetap harus waspada. Persiapan sejak dini dinilai penting untuk mengantisipasi dampak yang mungkin terjadi.

“Masyarakat tidak perlu panik, tetapi harus tetap waspada dan bersiap sejak dini. El Niño adalah fenomena global yang dampaknya bisa dirasakan hingga lokal,” ujarnya, Kamis, 23 April 2026.

Ia menjelaskan salah satu dampak El Niño adalah berkurangnya curah hujan yang dapat memicu kekeringan. Kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko kebakaran karena lingkungan menjadi lebih kering.

“Udara yang lebih kering membuat potensi kebakaran meningkat. Selain itu, suhu udara juga cenderung lebih tinggi,” katanya.

Peningkatan suhu udara juga berdampak pada penggunaan listrik masyarakat. Penggunaan perangkat seperti AC dan kipas angin meningkat sehingga beban listrik rumah tangga menjadi lebih besar.

“Konsumsi listrik biasanya meningkat saat suhu panas. Hal ini perlu diantisipasi agar tidak terjadi gangguan atau risiko lain,” ucapnya.

Sebagai langkah antisipasi, BMKG mengimbau masyarakat untuk mulai menampung air hujan sebagai cadangan. Selain itu, penghematan penggunaan air sehari-hari juga sangat dianjurkan.

“Masyarakat bisa mulai menampung air hujan dan menghemat penggunaan air. Ini penting untuk menghadapi potensi kekeringan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan. Tindakan tersebut dinilai berisiko tinggi memicu kebakaran di tengah kondisi kering.

“Pembakaran sampah sangat berbahaya saat kondisi kering. Api bisa dengan mudah menyebar dan sulit dikendalikan,” katanya.

BMKG secara rutin mengeluarkan peringatan dini terkait kebakaran hutan dan lahan, kekeringan meteorologis, serta monitoring hari tanpa hujan. Informasi tersebut dapat menjadi acuan masyarakat dalam mengambil langkah antisipasi.

“Kami terus memberikan peringatan dini agar masyarakat bisa lebih siap. Informasi resmi harus menjadi rujukan utama,” tuturnya.

Ia berharap masyarakat dapat menghadapi kondisi ini dengan tenang dan tetap siaga. Dengan informasi yang tepat, dampak El Niño dapat diminimalisir secara bersama-sama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....