Potensi Kebakaran Meningkat saat El Niño, Damkar Petakan Wilayah Rawan

  • 23 Apr 2026 13:57 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Fenomena El Niño yang memicu musim kering berkepanjangan meningkatkan potensi kebakaran di Kota Bogor. Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bogor telah memetakan sejumlah wilayah yang tergolong rawan, terutama di kawasan permukiman padat.

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bogor, Theofilo Patrocinio Frietas, menyebut wilayah dengan permukiman tidak teratur memiliki risiko lebih tinggi. Kawasan tersebut umumnya memiliki akses jalan sempit dan sumber air yang terbatas.

“Wilayah permukiman padat dengan akses sempit dan sumber air terbatas memiliki potensi kebakaran yang tinggi. Kondisi ini membutuhkan penanganan ekstra saat terjadi kebakaran,” ujarnya dalam Dialog Bogor Pagi ini edisi Kamis, 23 April 2026.

Ia mencontohkan beberapa wilayah rawan seperti Pamoyanan dan Bantar Kemang di Bogor Selatan. Selain itu, kawasan Sempur, Lebak Kantin, Kebon Kelapa, hingga Empang di Bondongan juga termasuk daerah yang perlu diwaspadai.

“Sebagian besar wilayah tersebut memiliki karakteristik rumah berdempetan dan sulit dijangkau kendaraan pemadam. Hal ini menjadi tantangan besar saat proses pemadaman berlangsung,” katanya.

Dalam menghadapi dampak El Niño, Damkar juga menyiapkan alternatif sumber air. Selain mengandalkan hidran dari PDAM, petugas memanfaatkan aliran sungai seperti Ciliwung dan Cisadane serta Situ Gede.

“Jika terjadi kebakaran di dekat sumber air, kami bisa menggunakan pompa apung untuk menyuplai air. Upaya ini penting saat pasokan dari hidran terbatas,” ucapnya.

Ia menegaskan keterbatasan sumber air di Kota Bogor menjadi tantangan utama saat musim kering. Oleh karena itu, kesiapsiagaan seluruh pihak perlu ditingkatkan untuk mengantisipasi risiko kebakaran.

“Antisipasi harus dilakukan sejak dini, terutama menghadapi kondisi cuaca kering akibat El Niño. Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan agar risiko kebakaran bisa diminimalisir,” tuturnya.

Damkar juga mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah dan tidak membuang puntung rokok sembarangan. Selain itu, warga diminta melakukan penghematan air sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....