Pemkot Bogor Percepat Proyek Strategis Nasional Perkeretaapian

  • 18 Apr 2026 21:47 WIB
  •  Bogor
Poin Utama
  • Proyek strategis nasional pengembangan perkeretaapian di Kota Bogor menjadi fokus pembahasan Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, saat bertemu Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Allan Tandiono.
  • pembahasan juga mencakup pengembangan akses menuju Stasiun Ciomas Rancamaya yang dinilai strategis bagi konektivitas wilayah selatan. Jalur tersebut diharapkan mendukung rencana perjalanan Bogor–Bandung

RRI.CO.ID, Jakarta – Proyek strategis nasional pengembangan perkeretaapian di Kota Bogor menjadi fokus pembahasan Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, saat bertemu Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Allan Tandiono. Pertemuan berlangsung di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat.

Salah satu agenda utama dalam pembahasan tersebut adalah kepastian pembangunan Stasiun Sukaresmi. Pemerintah Kota Bogor menyatakan kesiapan mendukung proyek itu, termasuk integrasi kawasan stasiun dengan pembangunan rumah susun.

“Kami membahas terkait Stasiun Sukaresmi, termasuk rencana pembangunan rumah susun yang terintegrasi dengan program perumahan dari pemerintah pusat. Pada prinsipnya kami siap mendukung, karena ini sudah cukup lama dan perlu ada kepastian,” ujar Dedie Rachim. Jumat, 17 April 2026.

Selain itu, pembahasan juga mencakup pengembangan akses menuju Stasiun Ciomas Rancamaya yang dinilai strategis bagi konektivitas wilayah selatan. Jalur tersebut diharapkan mendukung rencana perjalanan Bogor–Bandung sebagai alternatif baru bagi masyarakat.

Dedie menjelaskan bahwa pengembangan jaringan kereta di wilayah selatan Jawa Barat menjadi prioritas pemerintah pusat. Kehadiran Stasiun Ciomas Rancamaya dipandang penting untuk membuka akses transportasi yang lebih merata.

Ia juga melaporkan perkembangan kawasan Stasiun Batutulis yang masuk proyek strategis nasional. Pemerintah Kota Bogor disebut telah menuntaskan pembebasan lahan dan proses lelang sudah berjalan di tingkat provinsi.

Menurut Dedie Rachim, tahap selanjutnya adalah sinkronisasi antara pemerintah daerah dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Langkah itu dibutuhkan agar seluruh rencana pengembangan perkeretaapian di Kota Bogor dapat segera direalisasikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....