Jalur Wisata ke Tamansari Bogor Macet, Mobilitas Warga Lokal Terhambat

  • 15 Apr 2026 17:48 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Kemacetan jalan di wilayah Tamansari Kabupaten Bogor semakin parah terutama pada saat libur panjang dan akhir pekan. Semakin maraknya destinasi wisata di kawasan itupun, menjadi alternatif wisata yang paling startegis dari arah kota Bogor maupun Jakarta.

Titik kemcetan terjadi di jalur persimpangan Kota Batu Kapten Yusuf hingga Gadog Gunung Malang Kecamatan Tamansari bahkan pada Sabtu dan Minggu pekan lalu sempat lumpuh hingga 5 jam.

Camat Tamansari, Yudi Hartono, mengungkapkan kondisi jalan yang sempit menjadi penyebab utama tersendatnya arus lalu lintas. Ditambah lonjakan wisatawan setiap tahunnya sementara lebar jalan menuju destinasi tidak mendukung untuk bus pariwisata berukuran medium.

"Kondisi ruas jalan utama Gadog–Gunung Malang sangat memprihatinkan. Selain sempit, kemacetan sudah pasti terjadi di hari libur, sudah sering kita upayakan dalam setiap musrenbang dari tingkat desa dan kecamatan untuk diusulkan pelebaran, tidak harus seluruhnya dari Ciapus ke Tamansari bisa dilakukan pelebaran secara parsial seperti pada akses menuju highland,” ujar Yudi, Rabu 15 April 2026.

Sementara itu Kepala Desa Sukajadi Kecamatan Tamansari, Ade Gunawan mengatakan, ada tiga Desa dikecamatan Tamansari yang menjadi tujuan favorit kunjungan wisata yakni Desa Sukamantri, Sukajadi dan Sukajaya. Kemacetan panjang juga mengakibatkan Warga Lokal (Warlok) kesulitan beraktifitas dan bermobilitas karena jalan utama macet sementara pengguna sepeda motor mencari jalan alternatif masuk ke gang sempit pemukiman padat penduduk.

"Kawasan wisata di Tamansari yang paling menonjol ada di tiga desa yaitu Desa Tamansari , Desa Sukajadi dan Sukamantri, ada golf ada pure ada jibon, rift top, ada hotel highland nah saat ini yang jadi kendalanya yaitu di jalan rayanya terutama yang kewenangan kabupaten , kemarin itu pak ada 35 bis itu macet lama," tambah Kades Sukajadi, Ade Gunawan.

Dibutuhkan penambahan lebar jalan dengan masing masing bahu dengan Panjang sekitar 2,5 meter di sisi kanan dan kirinya dengan Panjang lebih dari 3 kilometer. Usulan pelebaran jalan sudah berulang kali diajukan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) maupun saat reses.

Namun adanya keterbatasan APBD kerap menjadi alasan sehingga realisasi dan usulan itupun tertunda. Paguyuban kepala desa juga mendesak kepada pengusaha dan operator usaha wisata di Kawasan itupun untuk urun rembug dalam membantu pembangunan infrastruktur penunjang pariwisata di wilayah itu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....