BMKG: Musim Kemarau 2026 Terjadi Bulan Mei-Juni 2026

  • 14 Apr 2026 17:31 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan musim kemarau 2026 untuk wilayah Jawa Barat. Kemarau tahun ini datang lebih cepat dari normal dengan sifat hujannya dominan Bawah Normal alias lebih kering.

Sedangkan untuk sebagian wilayah Kota dan Kabupaten Bogor, berdasarkan keterangan rilis dari BMKG tersebut, musim kemarau itu akan terjadi antara bulan Mei dan Juni 2026.

Kepala Stasiun Meteorologi Bandung, Teguh Rahayu, mengimbau warga Jawa Barat bersiap menghadapi musim kering yang datang lebih awal dan berpotensi terjadi dalam waktu yang lebih panjang.

"Berdasarkan dari hasil analisis dinamika atmosfer periode normal 1991–2020, BMKG memetakan kedatangan kemarau akan lebih cepat dan terjadi secara bertahap," ujar Ayu, sapaan akrabnya, Selasa 14 April 2026.

Berikut rincian prakiraan musim kemarau di Jawa Barat yang akan datang lebih cepat dan terjadi secara bertahap. BMKG membaginya dalam beberapa Zona Musim (ZOM).

Bulan Wilayah Persentase ZOM

Maret 2026 Bekasi utara, Kota Bekasi utara, Karawang barat laut 1 ZOM – 2,4%

April 2026 Sebagian Bekasi, Karawang, Purwakarta timur laut, Subang utara, Indramayu, Cirebon 4 ZOM – 9,8%

Mei 2026 Sebagian besar Jabar termasuk Bogor, Sukabumi, Cianjur, Bandung Raya, Garut, Sumedang, Tasikmalaya, Pangandaran, Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, Ciamis, Banjar 23 ZOM – 56,1%

Juni 2026 Sebagian besar Bogor, Sukabumi utara, Cianjur barat laut, Bandung Raya, Garut tenggara, Tasikmalaya selatan, Pangandaran barat 12 ZOM – 29,3%

Catatan untuk Bogor: Sebagian wilayah masuk kemarau Mei, sebagian lagi Juni 2026.

Karakter Kemarau 2026: Kering & Panjang

BMKG menyebut 3 ciri utama musim kemarau tahun ini:

  1. Sifat Hujan Bawah Normal: Curah hujan saat kemarau lebih sedikit dari rata-rata 30 tahun terakhir
  2. Puncak Kemarau: Diprediksi terjadi Agustus 2026 – titik paling kering
  3. Durasi Lebih Panjang: Lama kemarau berkisar 13–15 dasarian atau sekitar 4-5 bulan, lebih panjang dari normalnya

Dampak yang Perlu Diwaspadai

Dengan kombinasi “datang cepat + lebih kering + lebih panjang”, BMKG mengingatkan potensi ini:

  1. Kekeringan Meteorologis – hujan sangat minim dalam waktu lama
  2. Krisis Air Bersih – sumur warga & sumber air menyusut
  3. Gangguan Irigasi Pertanian – sawah tadah hujan paling terdampak, gagal tanam mengintai
  4. Risiko Karhutla Naik – kebakaran hutan & lahan lebih mudah terjadi

BMKG mendorong pemerintah daerah dan masyarakat melakukan 3 langkah antisipasi:

  1. Kelola Air Lebih Ketat
    Tampung air hujan dari sekarang, perbaiki saluran, cegah kebocoran. Prioritaskan air untuk minum & kebutuhan pokok.
  2. Sesuaikan Kalender Tanam
    Petani diminta koordinasi dengan PPL Dinas Pertanian. Geser waktu tanam & pilih varietas padi/palawija yang tahan kering.
  3. Cegah Karhutla dari Sekarang
    Jangan bakar sampah/kebun sembarangan. Laporkan titik api kecil ke BPBD/Damkar sebelum membesar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....