Digitalisasi dan Pengawasan Jadi Penentu Sukses WFH ASN

  • 09 Apr 2026 15:41 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Pelaksanaan Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) menekankan pentingnya kesiapan digitalisasi dan inovasi manajemen kerja di lingkungan pemerintahan. Kebijakan ini menuntut sistem pemantauan yang canggih agar produktivitas ASN tetap terjaga.

Direktur Lembaga Kajian Masyarakat (Lekat), Abdul Fatah, menilai bahwa keberhasilan WFH ASN sangat tergantung pada kemampuan pemerintah membangun infrastruktur digital yang mendukung pengawasan. Tanpa sistem yang kuat, WFH berpotensi hanya menjadi formalitas.

“WFH akan efektif jika didukung digitalisasi yang memungkinkan monitoring pekerjaan secara real time. Tanpa sistem yang jelas, produktivitas ASN bisa sulit diukur. Setiap job list dan aktivitas harus terdokumentasi agar bisa dievaluasi.” kata Abdul Fatah dalam dialog Bogor Pagi Ini edisi Kamis, 9 April 2026.

Ia menambahkan, pekerjaan pemerintahan yang bersifat koordinatif dan administratif sangat cocok dilakukan secara digital. Pertemuan, laporan, dan rekonsiliasi data kini dapat dilakukan melalui platform daring, sehingga mobilitas fisik berkurang tanpa mengurangi hasil kerja.

“Banyak pekerjaan kementerian dan pemerintah daerah bisa dilakukan jarak jauh dengan digitalisasi. Ini termasuk analisis data, koordinasi program, dan perencanaan kebijakan. Dengan infrastruktur yang tepat, WFH bisa menjadi model kerja modern yang efisien.” ujarnya.

Abdul Fatah juga menyoroti perlunya indikator kinerja yang terukur untuk setiap ASN. Sistem absensi online, pelaporan harian, hingga dashboard kinerja digital perlu diterapkan agar hasil kerja dapat dipantau secara transparan.

“Indikator kinerja harus jelas dan terukur. Misalnya, laporan harian, progres pekerjaan, dan output dapat dipantau secara digital. Ini juga meningkatkan akuntabilitas publik terhadap kinerja ASN.” katanya.

Selain itu, ia menekankan bahwa WFH tidak sekadar untuk efisiensi energi, melainkan juga kesempatan bagi pemerintah untuk mendorong inovasi manajemen dan budaya kerja digital. ASN didorong lebih kreatif dalam menyelesaikan pekerjaan tanpa harus selalu hadir di kantor.

“WFH bisa menjadi momentum bagi pemerintahan untuk memperkuat budaya kerja berbasis digital. ASN bisa tetap produktif dengan cara-cara inovatif. Kunci suksesnya adalah kombinasi sistem digital, pengawasan terukur, dan budaya kerja yang adaptif.” ujarnya.

Ia menegaskan, dengan strategi manajemen adaptif dan pemanfaatan teknologi, WFH ASN dapat menjaga produktivitas, mendukung efisiensi energi, dan sekaligus memodernisasi birokrasi pemerintahan.

“Dengan digitalisasi dan pengawasan yang tepat, WFH tidak hanya fleksibel, tapi juga efisien, terukur, dan berorientasi hasil. Ini menjadi langkah penting dalam transformasi birokrasi Indonesia ke arah lebih modern.” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....