Kemiskinan Kota Bogor Turun, Tantangan Kesenjangan dan Pengangguran Masih Tinggi
- 09 Apr 2026 14:00 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Pemerintah Kota Bogor mencatat capaian positif dalam penurunan angka kemiskinan sepanjang tahun 2025. Namun demikian, masih terdapat sejumlah tantangan yang harus segera ditangani, terutama terkait kesenjangan kesejahteraan dan tingkat pengangguran.
Sekretaris Daerah Kota Bogor, Denny Mulyadi, menyampaikan bahwa angka kemiskinan berhasil ditekan hingga 5,89 persen. Angka tersebut dinilai lebih baik dibandingkan rata-rata nasional maupun Provinsi Jawa Barat.
“Capaian ini menunjukkan upaya penanggulangan kemiskinan berjalan dengan baik. Bahkan kemiskinan ekstrem juga turun hingga 0,29 persen,” ujarnya, Rabu 8 April 2026.
Meski demikian, Denny mengakui bahwa kesenjangan ekonomi masih menjadi pekerjaan rumah. Hal ini terlihat dari indikator rasio gini yang masih menunjukkan adanya ketimpangan di masyarakat.
“Kesenjangan kesejahteraan masih cukup tinggi dan harus menjadi perhatian. Peningkatan pendapatan masyarakat perlu didorong melalui pendidikan dan peningkatan kompetensi,” katanya.
Ia juga menyoroti persoalan pengangguran yang masih berada di atas rata-rata nasional dan provinsi. Menurutnya, perlu ada penguatan kualitas lulusan serta peningkatan keterampilan agar lebih sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
“Pengangguran harus diatasi dengan peningkatan daya saing tenaga kerja. Link and match dengan dunia usaha menjadi kunci penting,” ucapnya.
Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Kota Bogor pada tahun 2025 mencapai 5,45 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa ekonomi daerah terus bergerak dan pulih pascapandemi COVID-19.
Pemerintah juga terus mendorong investasi melalui kemudahan perizinan dan pemberdayaan pelaku usaha. Langkah ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja serta meningkatkan pendapatan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....