Tradisi Halalbihalal Keluarga Titisan Cisalopa Bogor Terus Dilestarikan
- 22 Mar 2026 11:25 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Halalbihalal menjadi tradisi yang kerap dilakukan masyarakat saat momen Idulfitri 1447 Hijirah. Halalbihalal merupakan tradisi khas Indonesia berupa pertemuan setelah Salat Idulfitri, untuk mempererat tali silaturahmi dan saling memaafkan.
Seperti halnya yang dilakukan sekumpulan masyarakat di Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, bernama Keluarga Titisan Cisalopa, yang menggelar halal bibalal pada hari kedua Idulfitri atau 2 Syawal 1447 H. Pertemuan silatuhrahmu dari keluarga besar KH. Abdul Ghoni dan Hj. Saadah, itu diikuti ratusan anggota keluarga dari wilayah Bogor, Bekasi hingga Jakarta.
Perwakilan keluarga besar, yang juga selaku Ketua Panitia Halalbihalal, Ustaz Burhanudin, mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi agenda rutin yang dilakukan setiap tahun, untuk memperkuat silaturahmi antar keluarga. Selain silahturahmi dan saling memaafkan, agenda halalbihalal juga diisi dengan ziarah kubur, tausiyah, mendata anggota keluarga, makan bersama, hingga pembagian tunjangan hari raya (THR).

“Ini menjadi tradisi rutin dan berjalan sesuai dengan norma-norma keagamaan. Hikmah suasana Idulfitri ini bisa menguatkan ukhuwah islamiah diantara sesama saudara seiman, meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT dan menjadi manusia yang lebih baik. Kita isi dengan acara nasehat Idulfitri, memperkenalkan keluarga, berbagi rejeki kepada saudara-saudara. Halalbihalal ini telah dilakukan sejak tahun 2000 dan akan terus kita lestarikan,” ujar Ustaz Burhanudin, Minggu 22 Maret 2026.
Sementara itu Sesepuh Keluarga Besar Titisan Cisalopa, KH. Asep Mahmud Zaki berpandangan, halalbihalal bukan sekedar berkumpul keluarga, namun menjadi kegiatan yang dianjurkan oleh Rasullullah SAW kepada umatnya. Dimana menurutnya sangat banyak manfaat dari kegiatan silaturahmi.

“Untuk mempersatukan keluarga menjadi penekanan silahturahmi dan anjuran dari Rasullullah, sehingga Rasul membenci umatnya yang memutuskan silahturahmi. Banyak fadilah dari kegiatan silaturahmi ini seperti, diberikan panjang umur, barokah, dimudahkan rezeki dan apabila di akhir hayatnya nanti seseorang yang bersilahturahmi insyaAllah husnul khotimah,” jelasnya.
Merujuk pada situs Kemenko PMK, asal usul Halalbihalal ada beberapa versi, salah satunya berasal dari KH Abdul Wahab Hasbullah pada tahun 1948. KH Wahab merupakan seorang ulama pendiri Nahdatul Ulama (NU). KH Wahab awalnya memperkenalkan istilah Halalbihalal pada Presiden RI Soekarno atau Bung Karno sebagai bentuk cara silaturahmi antar-pemimpin politik yang pada saat itu masih memiliki konflik.
Atas saran KH Wahab, pada Hari Raya Idul Fitri di tahun 1948, Bung Karno mengundang seluruh tokoh politik untuk datang ke Istana Negara untuk menghadiri silaturahim yang diberi nama 'Halalbihalal.' Para tokoh politik akhirnya duduk satu dalam meja. Halalbihalal kemudian diikuti masyarakat Indonesia secara luas, terutama masyarakat muslim di wilayah Jawa sebagai pengikut para ulama. Hingga kini Halalbihalal menjadi tradis khas yang masih terus dilestarikan di Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....