Terminal Baranang Siang Prediksi Puncak Arus Mudik Terjadi H-4 Lebaran

  • 13 Mar 2026 21:34 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Pergerakan pemudik melalui Terminal Baranang Siang, Kota Bogor menjelang Lebaran 2026 diprediksi tidak setinggi tahun sebelumnya. Hal tersebut terlihat dari aktivitas masyarakat yang berkaitan dengan tradisi menjelang Ramadan di Jawa Barat yang tahun ini cenderung menurun.

Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Baranangsiang, Moses Lieba Ary, mengatakan, salah satu indikator yang dapat dilihat adalah tradisi munggahan. Biasanya masyarakat melakukan perjalanan sebelum memasuki bulan puasa, namun pada tahun ini pergerakannya dinilai tidak seramai tahun lalu.

“Kalau kita lihat dari tradisi munggahan sebagai nilai hidup masyarakat Jawa Barat, tahun ini terlihat menurun dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya, Jumat 13 Maret 2026.

Ia menambahkan, penurunan aktivitas tersebut juga berdampak pada penjualan tiket di terminal. Meski demikian, pihak pengelola belum dapat memastikan jumlah pemudik secara pasti karena kondisi masih bisa berubah mendekati hari keberangkatan.

“Bisa dikatakan demikian, namun ini masih sebatas prediksi. Kami masih menunggu perkembangan hingga mendekati hari-hari mudik,” katanya.

Berdasarkan data tahun sebelumnya, puncak arus mudik di Terminal Baranang Siang biasanya terjadi beberapa hari menjelang Lebaran. Pada tahun 2025, lonjakan penumpang mulai terlihat sejak H-6 dan H-5, namun puncaknya diperkirakan terjadi pada H-4.

Ia menjelaskan, pada periode H-6 hingga Hari H Lebaran tahun 2025, jumlah penumpang tercatat mencapai 5.023 orang. Angka tersebut meningkat sekitar 152 persen dibandingkan hari biasa.

“Total penumpang pada periode tersebut mencapai 5.023 orang dan meningkat sekitar 152 persen. Kalau melihat pola tahun sebelumnya, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-4 Lebaran,” jelasnya.

Namun terdapat fenomena menarik pada arus perjalanan tahun lalu. Moses menyebutkan, jumlah penumpang justru paling tinggi terjadi setelah Lebaran, tepatnya pada H+2.

“Yang unik, jumlah penumpang tertinggi bukan sebelum Lebaran, tetapi pada H+2 setelah Idulfitri. Itu yang mengalami peningkatan hingga 152 persen,” ujarnya.

Sementara itu, menghadapi potensi lonjakan penumpang, pengelola Terminal Baranang Siang telah melakukan berbagai persiapan. Salah satunya melalui rapat koordinasi dengan berbagai pihak terkait.

“Kami sudah melakukan rapat koordinasi bersama Polsek Bogor Timur, Babinsa Koramil Bogor Timur, serta Organda Kota Bogor dan perusahaan otobus yang beroperasi di terminal,” ujarnya.

Dirinya juga turut mengimbau masyarakat yang akan mudik melalui Terminal Baranang Siang untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik. Ia juga mengingatkan agar penumpang tetap waspada selama berada di terminal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....