Petani Tanjungsari Bogor Alami Krisis Air Irigasi Sawah

  • 01 Mar 2026 14:05 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Petani padi di Desa Sirnarasa, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor mengeluhkan berkurangnya debit air irigasi sawah mereka. Padahal saat ini Bogor masuk dalam zona curah hujan yang tinggi.

Akibat minimnya debit air irigasi dari kali Cikumpeni itupun, warga kesulitan dalam perawatan dan pemeliharaan padi yang dibudidayakannya. Diduga berkurangnya debit air sungai akibat adanya pendangkalan.

"Kondisi alur sungai kini menyempit akibat pendangkalan yang diduga dipicu material abu pasir dari aktivitas bekas galian di sekitar wilayah tersebut. Material itu terbawa arus air, terutama saat hujan turun, lalu mengendap dan terjadi sedimentasi di dasar sungai," ujar salah seorang Petani Desa Sirnarasa, Deni, Minggu 1 Maret 2026.

Menurunnya debit air yang mengairi sawah juga akan mempengaruhi produktifitas padi yang dihasilkan. Semula dalam satu tahun mampu panen 3 kali kini dipastikan berkurang.

Bendungan situbening aliran sungai Cibeet pun di periksa oleh warga dan mereka pun kerja bakti melakukan pengerukan pada dasar sungai Cibeet dan Cikompeni agar aliran air ke sawah kembali normal. Salah seorang petugas penjaga pintu air bendungan Pandit Kali Cipamingkis, Enday Mulyadi mengatakan tidak ada perlakuan khusus olehnya di pintu air yang dijaganya itu.

"Dari sini normal terpantau, jadi tidak dibuka dan ga di rubah setelannya,kalau pintu sama penahan airnya dibenerin bisa dikontrol debit airnya " Ujar Mulyadi.

Wargapun melakukan kerja bakti mengeruk dasar kali dan memasukan matrial berupa lumpur dan pasir kedalam karung. Petani lainnya, Cece menyebut, dengan areal 3 hektar juga berharap, pemerintah melakukan normalisasi sungai dengan mengeruk dasar aliran sungai ancaman gagal panen akibat krisis air tidak terjadi.

"Ini minta tolong pemerintah dapat menormalisasi sungai, dikeruk atau di buat penahan air lagi sehingga debit air kembali banyak dan dapat mengaliri sawah warga," tambah Cece.

Gundukan karung berisi tanah dan pasir digunakan untuk membendung aliran air sungai Cikumpeni agar tampungan air dapat dialirkan ke sawah sawah warga. Tercatat ada 45 Hektar lahan sawah di wilayah tersebut yang bergantung dari aliran irigasi yang bersumber dari Kali Cikumpeni dan kali Cibeet.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....