Kolaborasi Rekosistem, Bogor Optimalkan Daur Ulang
- 27 Feb 2026 05:29 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor — Pemerintah Kota Bogor memperkuat strategi pengelolaan sampah dari hulu dengan menggandeng Rekosistem. Langkah ini ditandai dengan kunjungan lapangan yang dipimpin Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, bersama para aktivis dan pengelola bank sampah ke fasilitas pemulihan material di Bogor Selatan.
Kunjungan tersebut menjadi tindak lanjut atas capaian kinerja pengelolaan sampah tahun 2025, di mana Kota Bogor meraih sertifikat predikat Menuju Kota Bersih dari Menteri Lingkungan Hidup. Pemerintah kota menilai kolaborasi lintas sektor penting untuk mempertahankan dan meningkatkan capaian tersebut.
Rombongan meninjau langsung proses pemilahan dan pemulihan material seperti plastik, logam, kaca, kertas, hingga limbah elektronik yang diproses sesuai standar industri. Selain itu, peserta juga melihat tahapan filtrasi minyak jelantah yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri, termasuk kebutuhan energi penerbangan.
Dedie Rachim menegaskan bahwa arah kebijakan pengelolaan sampah tidak lagi hanya bertumpu pada penanganan di hilir. “Kita ingin pengelolaan sampah dimulai dari rumah tangga, dari kelompok masyarakat, sehingga limbah yang masih bernilai ekonomis bisa dimanfaatkan sejak awal,” ujarnya, Kamis, 26 Februari 2026.
Ia menambahkan, jika ekosistem pemilahan dari sumbernya dapat terbangun, maka beban tempat pembuangan akhir akan berkurang signifikan. “Kalau sistemnya terkonsolidasi, masyarakat tahu ke mana sampah dijual, siapa yang membeli, dan bagaimana mekanismenya, maka pengelolaan akan jauh lebih efektif,” katanya.
CEO dan Co-Founder Rekosistem, Ernest Layman, menjelaskan bahwa perusahaannya mengembangkan teknologi pengumpulan dan pemulihan material yang melibatkan ribuan mitra di berbagai daerah. “Secara nasional kami telah mengelola lebih dari 130 juta kilogram sampah per tahun dengan dukungan puluhan waste station dan Rekohub,” ucapnya.
Menurut Ernest, tantangan terbesar adalah sampah yang tercampur sehingga sulit diproses secara optimal. “Fokus kami memastikan sampah terpilah sesuai kebutuhan pabrik, mulai dari botol plastik hingga minyak jelantah yang harus diuji di laboratorium sebelum dikirim,” katanya seraya menambahkan bahwa sinergi dengan komunitas dan pemerintah daerah akan memperluas jangkauan pengelolaan sampah dari hulu di Kota Bogor.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....