Refleksi Setahun Wali Kota, KNPI Nilai Perubahan Belum Signifikan

  • 25 Feb 2026 21:44 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Genap satu tahun kepemimpinan Wali Kota Bogor Dedie A Rachim dan Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin. Refleksi perjalanan pemerintahan ini menjadi sorotan dalam Bogor Pagi Ini edisi Rabu, 25 Februari 2026 bersama Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Bogor, Rivaldo Surya Darmawan.

Rivaldo menilai, dalam satu tahun pertama perubahan yang signifikan belum sepenuhnya dirasakan masyarakat, khususnya kalangan pemuda. Ia menyebut masa awal pemerintahan masih berada pada tahap penyesuaian kebijakan.

“Kalau bicara perubahan yang signifikan, sampai hari ini belum terlalu terlihat. Memang sudah ada kebijakan seperti penataan angkot dan wacana transportasi masa depan, tetapi dampaknya belum terasa luas,” ujarnya.

Menurutnya, pemuda berharap dalam dua hingga tiga tahun ke depan akan terlihat perubahan yang lebih nyata di berbagai sektor. Baik dari sisi tata kota, kebijakan publik, maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Di bidang ketenagakerjaan, ia melihat peluang kerja di Kota Bogor cukup terbuka, terutama di sektor jasa dan pariwisata. Menjamurnya kafe, restoran, hotel, pusat perbelanjaan, hingga tempat olahraga dinilai menjadi indikator pertumbuhan ekonomi kota.

“Coffee shop hampir di setiap titik ramai oleh anak muda. Ini menunjukkan ada perputaran ekonomi yang hidup dan menjadi peluang usaha bagi generasi muda,” katanya.

Namun, ia juga menyoroti angka pengangguran yang masih menjadi pekerjaan rumah. Dari sekitar 560 ribu angkatan kerja di Kota Bogor, disebutkan masih ada puluhan ribu yang belum terserap.

Rivaldo mendorong pemerintah menghadirkan kebijakan yang memprioritaskan tenaga kerja lokal, termasuk melalui regulasi persentase pekerja warga Kota Bogor di setiap usaha. Selain itu, pelatihan kerja dinilai penting agar pemuda memiliki kesiapan dan daya saing.

“Harus ada kebijakan yang jelas tentang keberpihakan pada tenaga kerja lokal. Pelatihan juga penting supaya anak muda siap ketika peluang itu tersedia,” tegasnya.

Selain isu ekonomi, KNPI juga menilai ruang partisipasi pemuda dalam perumusan kebijakan masih terbatas. Selama ini, organisasi kepemudaan lebih banyak dilibatkan pada kegiatan seremonial atau musrenbang, namun belum pada tahap perencanaan strategis.

“Ada tiga hal yang kami dorong, yakni keterlibatan nyata pemuda dalam kebijakan, penyediaan ruang kreatif, dan komitmen pemerintah menuntaskan program lima tahun ke depan secara transparan,” ucapnya.

Secara umum, KNPI berharap pemerintah Kota Bogor dapat membuka ruang dialog yang lebih luas dengan generasi muda. Refleksi satu tahun ini dinilai menjadi momentum evaluasi bersama agar janji politik benar-benar bertransformasi menjadi aksi nyata yang dirasakan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....