Dari Bogor untuk Dunia lewat CGM Bogor Street Festival
- 24 Feb 2026 23:02 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Perhelatan Cap Go Meh Bogor Street Festival kembali digelar di kawasan Jalan Suryakencana, Kota Bogor, sebagai bagian dari perayaan budaya yang telah menjadi agenda tahunan. Festival ini tidak hanya menjadi pesta rakyat, tetapi juga simbol persatuan lintas agama, etnis, golongan, suku, dan bangsa dalam satu harmoni kebersamaan.
Bogor Street Festival Cap Go Meh 2026 dijadwalkan berlangsung pada 1 hingga 3 Maret, dengan puncak acara pada 3 Maret di sepanjang Jalan Suryakencana. Ribuan warga dan wisatawan diperkirakan hadir untuk menyaksikan ragam pertunjukan budaya, kirab seni, serta atraksi tradisi yang sarat makna akulturasi.
Salah seorang tokoh Tionghoa Bogor, suhu Guntur Santoso, menilai perayaan ini telah berkembang menjadi ruang pertemuan budaya yang memperkuat toleransi di Kota Hujan. Ia menyebut kepemimpinan Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mampu merangkul seluruh perbedaan sehingga Cap Go Meh tetap berlangsung dalam suasana damai.
“Bogor Street Festival sudah berlangsung bertahun-tahun dan kini menjadi salah satu agenda nasional. Ke depan bukan tidak mungkin menjadi event internasional karena media dari Jepang, Taiwan, Tiongkok hingga Amerika Serikat ikut meliput,” ujar Guntur Santoso, Selasa, 24 Februari 2026.
Menurutnya, nilai perdamaian dunia dapat dimulai dari skala kota dengan membangun sinergi antarumat beragama dan antarbudaya. Bogor dinilai mampu menunjukkan bahwa keberagaman bukan sumber perpecahan, melainkan kekuatan yang menyatukan masyarakat dalam satu identitas kebangsaan.
Ketua panitia CGM 2026, Arifin Himawan, menegaskan bahwa selama perhelatan berlangsung akan dihadirkan sejumlah agenda besar yang menonjolkan akulturasi serta nilai toleransi. Ia menyebut akan ada pasar malam bertema kuliner jadul, pertunjukan seni tradisional, serta ruang interaksi budaya yang terbuka bagi semua kalangan.
Masyarakat dapat menikmati berbagai rangkaian kegiatan mulai 1 hingga 3 Maret, dengan puncak Cap Go Meh pada 3 Maret yang diharapkan menjadi agenda Bogor untuk Indonesia bahkan dunia. Semangat perdamaian dan kemanusiaan menjadi pesan utama festival ini, bahwa dari Bogor, nilai toleransi dapat menginspirasi harmoni global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....