Refleksi Setahun Bupati, Akademisi Nilai Fondasi Pelayanan Dasar Sudah Terbangun

  • 24 Feb 2026 19:53 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Genap satu tahun kepemimpinan Bupati Bogor Rudi Susmanto dan Wakil Bupati Bogor Jaro Ade sejak dilantik pada Kamis, 20 Februari 2026. Keduanya berhasil usai memenangkan Pilkada 2024 dengan dukungan lebih dari 70 persen suara masyarakat Kabupaten Bogor.

Dukungan tersebut dinilai menjadi legitimasi politik yang kuat untuk menjalankan pemerintahan lima tahun ke depan. Evaluasi satu tahun pertama pun mulai bermunculan, termasuk dari kalangan akademisi.

Akademisi Universitas Juanda Bogor, Goris Saeran, menilai tingkat kepuasan publik terhadap kinerja kepala daerah cukup tinggi. Berdasarkan survei persepsi masyarakat, angka kepuasan berada di 83,29 persen.

“Raihan suara lebih dari 70 persen pada Pilkada 2024 menjadi energi politik yang besar bagi pemerintahan ini. Itu juga menjadi dasar legitimasi kuat untuk memperkuat basis kepemimpinan lima tahun ke depan,” ujar Goris pada Bogor Pagi Ini edisi Selasa, 24 Februari 2026.

Menurutnya, terdapat tiga sektor utama yang menopang persepsi positif tersebut, yakni infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan. Ketiga sektor ini merupakan bagian integral dari visi-misi kepala daerah.

Di bidang infrastruktur, pembangunan dan perbaikan jalan menjadi program yang paling terlihat dan dirasakan masyarakat. Proyek akses jalan di wilayah Bojonggede hingga Kemang menjadi salah satu contoh konkret yang disebut sebagai titik awal percepatan pembangunan.

“Pembangunan infrastruktur adalah hal yang paling mudah dilihat dan langsung dirasakan masyarakat. Jalan yang diperbaiki atau dibuka menjadi entry point penilaian publik,” ujarnya.

Sementara di sektor kesehatan, pemerintah daerah menargetkan optimalisasi Universal Health Coverage (UHC). Layanan kesehatan diharapkan dapat diakses masyarakat tanpa kendala biaya, dengan penguatan fasilitas dan tenaga kesehatan.

Goris menilai peningkatan kualitas rumah sakit daerah sudah terlihat, tetapi penguatan sumber daya manusia tetap diperlukan. Ia menyoroti ketersediaan tenaga ahli gizi yang masih terbatas dan perlu ditambah untuk menunjang program kesehatan masyarakat.

“Target UHC harus dibarengi dengan kesiapan tenaga kesehatan yang memadai. Ketersediaan ahli gizi, misalnya, masih perlu diperkuat. Pelayanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan harus konsisten ditingkatkan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” jelasnya.

Di bidang pendidikan, indeks kepuasan masyarakat tercatat mencapai 86 persen. Namun rata-rata lama sekolah yang berada di angka 8,39 tahun menunjukkan masih adanya tantangan dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Goris mendorong agar program beasiswa dan gagasan satu sarjana satu desa diperluas secara berkelanjutan. Ia menilai peningkatan akses pendidikan menjadi kunci untuk mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Bogor.

Secara umum, ia menilai fondasi pelayanan dasar pada tahun pertama sudah terbangun dengan baik. Namun penguatan pemerataan pembangunan, kualitas pendidikan, dan kapasitas tenaga kesehatan perlu menjadi fokus pada tahun-tahun berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....