Cegah Banjir, KP2C Minta Retensi Segera Dibangun

  • 20 Feb 2026 14:27 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C) mendorong percepatan pembangunan kolam retensi di wilayah Tlajung Udik, Kabupaten Bogor. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat sistem pengendalian banjir di sepanjang aliran Sungai Cileungsi dan Cikeas, Jum’at, 20 Februari 2026.

Selain program normalisasi sungai, Kementerian Pekerjaan Umum juga merencanakan pembangunan delapan kolam retensi dengan total kapasitas tampung sekitar 6,3 juta meter kubik air. Infrastruktur tersebut diproyeksikan menjadi solusi jangka menengah dalam mereduksi debit limpasan saat hujan deras.

Ketua KP2C, Puarman, menjelaskan terdapat empat lokasi prioritas yang dinilai efektif menahan aliran air sebelum masuk ke wilayah hilir. Dua titik berada di Tlajung Udik 1 dan Tlajung Udik 2 di Kabupaten Bogor dengan estimasi daya tampung mencapai 2,6 juta meter kubik.

Dua lokasi lainnya berada di wilayah Kota Bekasi, yakni di Kecamatan Bantar Gebang dengan kapasitas sekitar 1 juta meter kubik dan di kawasan Kemang Pratama, Kecamatan Rawa Lumbu, yang diperkirakan mampu menampung hingga 2 juta meter kubik air. Menurutnya, kombinasi keempat kolam tersebut dapat memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan risiko banjir.

“Kami berharap pembangunan Kolam Retensi Tlajung Udik dapat dipercepat karena keberadaannya sangat strategis untuk mengurangi dampak banjir di wilayah hilir,” ujar Puarman. Ia menilai percepatan proyek menjadi kunci untuk meminimalkan potensi kerugian saat curah hujan tinggi.

Puarman menambahkan, setelah Tlajung Udik terealisasi, proyek di Bantar Gebang dan Kemang Pratama juga perlu segera menyusul. Keberlanjutan pembangunan dinilai penting agar sistem pengendalian air berjalan terintegrasi antarwilayah.

Belajar dari peristiwa kenaikan tinggi muka air pada 11 Februari 2026 lalu, KP2C meyakini kolam retensi mampu menahan lonjakan debit secara lebih optimal. Masyarakat pun diharapkan terus mendukung upaya percepatan pembangunan sebagai bagian dari langkah pencegahan banjir jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....