ICMI Kota Bogor: Imlek Momentum Perkuat Toleransi dan Kebangsaan

  • 18 Feb 2026 08:09 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Perayaan Imlek dan Cap Go Meh dimaknai sebagai bagian dari mozaik kebangsaan Indonesia yang memperkaya harmoni di tengah keberagaman. Hal tersebut disampaikan Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orda Kota Bogor, Arief Rahman Badridin, dalam dialog Bogor Pagi Ini, edisi Selasa, 17 Februari 2026.

Menurut Arief, sebagai organisasi muslim intelektual, ICMI memandang Imlek bukan sekadar tradisi etnis Tionghoa, melainkan momentum untuk memperkuat semangat Bhinneka Tunggal Ika melalui toleransi dan kebersamaan lintas agama serta suku.

“Imlek adalah simbol harmoni nasional. Ini bagian dari pelestarian warisan budaya yang menyatukan bangsa,” ujarnya.

Ia menegaskan, dalam perspektif cendekiawan muslim, ruang-ruang perayaan budaya harus dijaga tetap kondusif. Keberagaman dipandang sebagai sunatullah atau keniscayaan yang harus dihormati. Karena itu, menjaga kondusivitas berarti mencegah munculnya paham radikal yang memaksakan keseragaman.

Arief juga menyoroti kondisi Kota Bogor sebagai miniatur Indonesia yang majemuk. Ia menilai, perayaan Imlek yang dalam beberapa tahun beririsan dengan Ramadan justru menunjukkan kedewasaan masyarakat dalam saling menghormati. Umat Islam tetap menjalankan ibadah puasa, sementara pada saat yang sama menghargai tradisi budaya dan keagamaan umat lain.

Sebagai bentuk konkret kolaborasi lintas agama, ICMI Kota Bogor menggelar kegiatan Bogor ICMI Islami Festival (BIIF). Pada penyelenggaraan sebelumnya, festival tersebut menghadirkan gerakan lintas agama peduli stunting yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.

“Ini bukan hanya diskusi atau seminar. Kami menyatukan elemen lintas agama untuk membantu penanganan stunting di Kota Bogor, yang angkanya masih cukup tinggi,” jelasnya.

Ia menambahkan, tokoh agama dan intelektual memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menangkal isu intoleransi. Melalui legitimasi moral dan pengaruh sosial, para tokoh diharapkan menjadi penyejuk konflik dengan mempromosikan dialog, moderasi beragama, serta penguatan nilai Pancasila dan Islam rahmatan lil alamin.

Ke depan, ICMI Kota Bogor kembali mengagendakan BIIF 2026 yang akan digelar pada 20 Februari hingga 1 Maret 2026. Salah satu rangkaiannya adalah festival film bertema keberagaman sebagai upaya membangun narasi inklusif di tengah masyarakat.

ICMI Kota Bogor pun mengajak masyarakat menjadikan momentum Imlek 2026 sebagai ajang refleksi gotong royong dan solidaritas sosial. Melalui toleransi lintas budaya dan agama, diharapkan semangat persatuan semakin kuat dalam mewujudkan Indonesia yang maju, inklusif, dan berkeadilan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....