Bogor Dukung Pengajuan Golok sebagai Warisan Budaya Dunia
- 15 Feb 2026 21:07 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Pemerintah Kota Bogor menyatakan dukungan terhadap pengajuan golok sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menekankan bahwa jika diterima, golok akan menjadi salah satu alat tradisional Indonesia selain keris yang mendapatkan pengakuan internasional.
“Pengakuan ini penting karena golok memiliki nilai sejarah yang kaya, dan masih banyak penelitian yang bisa digali untuk memperdalam pemahaman tentang budaya kita,” kata Dedie saat menghadiri pameran golok pada kegiatan munggahan pusaka dan sarasehan budaya di Universitas Pakuan, Sabtu, 14 Februari 2026.
Proses pengajuan golok ke UNESCO melibatkan dokumentasi, kajian ilmiah, dan berbagai upaya pelestarian yang melibatkan perguruan tinggi, termasuk Universitas Pakuan. Dedie berharap seluruh langkah ini bisa menjadi kebanggaan bagi masyarakat dan penggiat budaya lokal.
Selain itu, Kota Bogor juga berencana menghadirkan Museum Pajajaran di Bumi Ageung Batutulis yang akan berfungsi sebagai pusat edutainment sekaligus edukasi budaya. “Ini adalah salah satu cara untuk menjaga karya leluhur kita, yang tidak hanya bernilai estetika tetapi juga sarat manfaat,” tambah Dedie.
Ketua Dewan Pembina Golok Pedang Sepuh Nusantara, Gatut Susanta, menuturkan pameran ini menjadi wadah kolaborasi untuk melestarikan budaya sekaligus memperkenalkan golok kepada generasi muda, terutama para akademisi. “Sekitar 300 bilah golok dipamerkan, termasuk koleksi tertua dari abad ke-9 pada era Singosari,” ujar Gatut.
Terkait dokumen pengajuan ke UNESCO, Gatut menjelaskan semua administrasi dan studi literasi sudah dilengkapi, serta presentasi telah dilakukan. “Kami terus berupaya agar golok dikenal tidak hanya sebagai alat pertahanan atau ketahanan pangan, tetapi juga dihargai sebagai pusaka budaya,” ujarnya.
Rektor Universitas Pakuan, Didik Notosudjono, mengatakan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa untuk meneliti budaya Nusantara lebih dalam. “Universitas mendukung penuh inisiatif ini agar tradisi golok tetap terjaga dan dikenal luas oleh masyarakat,” kata Didik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....