Bunga Bangkai Raksaksa Kembali Mekar di Bogor, Setelah 12 Tahun

  • 05 Feb 2026 08:10 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Koleksi bunga bangkai raksasa (Amorphophallus titanum) di Kebun Raya Bogor kembali menarik perhatian publik. Tanaman langka yang berasal dari habitat alaminya di Jambi ini tercatat telah berusia puluhan tahun dan kini bersiap memasuki fase mekarnya yang keenam.

Peneliti Ahli Madya Kebun Raya Bogor, Dr. Dian Latifah, S.P., M. App. Sc., menjelaskan bunga bangkai tersebut dikoleksi dari Jambi. Tanaman ini telah mengalami lima kali pembungaan, dengan mekarnya yang terakhir terjadi pada tahun 2014. Artinya, bunga bangkai ini membutuhkan waktu sekitar 12 tahun untuk kembali memasuki fase generatif atau berbunga.

“Dalam satu siklus itu tidak hanya menunggu berbunga, tetapi ada fase vegetatif berupa daun dan fase dorman. Individu ini terakhir dorman selama dua tahun sebelum kembali siap berbunga,” ujar Dian Latifah, Rabu, 4 Februari 2026.

Ia menjelaskan, setiap individu bunga bangkai memiliki karakter berbeda. Ada yang mengalami dormansi hingga empat bahkan enam tahun, tergantung kondisi lingkungan dan faktor genetik. Koleksi asal Jambi ini tergolong cepat karena hanya dorman dua tahun dari fase vegetatif terakhir.

Keistimewaan bunga bangkai raksasa juga terletak pada sistem reproduksinya. Tidak seperti bunga pada umumnya yang memiliki organ jantan dan betina matang bersamaan, pada Amorphophallus titanum bunga betina dan jantan matang di waktu berbeda.

“Supaya bisa menghasilkan buah dan biji, bunga bangkai membutuhkan serbuk sari dari individu lain. Di alam, penyerbuknya adalah serangga yang mampu terbang jauh dari bunga lain yang sedang mekar bersamaan,” jelasnya.

Berdasarkan pengalaman pengelola, fase pembungaan bunga bangkai di Kebun Raya Bogor lebih sering terjadi pada musim hujan, terutama saat terjadi perubahan suhu dari tinggi ke rendah. Mekarnya kerap dimulai pada sore atau malam hari dan bisa dinikmati pada pagi hari, meski terdapat pengecualian.

Sejumlah indikator kesiapan mekar kini telah terlihat, mulai dari layunya seludang bagian bawah, pertumbuhan tangkai bunga yang mulai melambat, hingga diameter dan tinggi seludang yang tidak lagi bertambah signifikan.

“Kalau dari sisi kesiapan bunga, sebenarnya sudah siap. Tinggal menunggu kecocokan cuaca,” katanya.

Dari sisi usia, tanaman ini diperkirakan telah berumur lebih dari 30 tahun. Umbinya sempat terserang penyakit hingga menyusut separuh, namun tetap mampu berbunga kembali. Hal ini menjadi bukti keberhasilan konservasi eks situ yang dilakukan Kebun Raya Bogor.

“Dalam 30 tahun, kami masih bisa merawatnya hingga berbunga. Di alam liar, kita tidak pernah tahu apakah individunya masih bertahan atau sudah hilang,” ungkapnya.

Saat mekar sempurna, bunga bangkai raksasa biasanya dapat dinikmati selama rata-rata tiga hari. Proses mekarnya sendiri berlangsung relatif cepat, sekitar enam jam, mulai dari membuka sedikit hingga mencapai kondisi mekar penuh.

“Mudah-mudahan kali ini bisa bertahan tiga hari, sehingga masyarakat dapat menikmati proses mekarnya secara maksimal,” tutup Dian Latifah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....