Bogor Pelajari Ekonomi Sirkuler Plastik dari Pengalaman Jepang

  • 04 Feb 2026 08:40 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, bersama enam kepala daerah mengikuti lokakarya ekonomi sirkuler plastik di Jepang. Kegiatan ini menjadi bagian dari program EIC 02 yang berfokus pada penguatan pengelolaan sampah plastik.

Kehadiran para kepala daerah tersebut merupakan undangan dari AOTS dan METI Jepang. Seluruh kebutuhan akomodasi ditanggung penyelenggara tanpa menggunakan anggaran daerah. Selama kegiatan, Dedie Rachim mengikuti sesi workshop sekaligus meninjau fasilitas pengolahan sampah. 

“Ada beberapa hal yang menjadi pembelajaran bagi Kota Bogor. Bahwa dengan akan dilaksanakannya program Waste to Energy melalui pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL), masih tetap diperlukan langkah-langkah pemilahan sampah di hulu,” ujarnya, saat meninjau longsor Batutulis, Minggu 1 Februari 2026.

Ia menekankan bahwa program PSEL tetap membutuhkan sistem pemilahan sejak dari sumbernya. Pemilahan tersebut juga berpotensi memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

“Di Indonesia sebenarnya sudah ada pengepul, atau offtaker yang membeli barang-barang tersebut, seperti plastik PET atau PP. Yang membedakan, di Jepang sistemnya dibuat secara kelembagaan. Jadi tidak ada pengepul, tetapi dibentuk lembaga di bawah asosiasi. Kalau di kita seperti bank sampah atau TPS3R,” ujarnya.

Menurut Dedie, penerapan sistem serupa memerlukan kesadaran masyarakat bahwa sampah adalah tanggung jawab bersama. Setiap rumah tangga dan pelaku usaha harus membiasakan pemilahan serta mengurangi produksi sampah.

“Ini akan berdampak besar terhadap lingkungan. Bayangkan kalau terus-menerus dibuang ke TPA, berapa banyak lahan yang harus kita siapkan karena produksi sampah terjadi setiap detik. Dan kalau kita mengandalkan pengelolaan sampah dengan sistem open dumping, tidak akan cukup. Dunia bisa tertutup sampah semua,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa penanganan sampah memerlukan berbagai pendekatan sekaligus. 

“Itu juga yang terus kita lakukan, mulai dari pemilahan sampah, pencegahan atau pengurangan sampah, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, serta cara terbaru bagaimana mengolah sampah menjadi energi ataupun menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi,” tutup Dedie.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....