Atap Sekolah Agama di Gunung Putri Ambruk, Siswa Belajar Dirumah

  • 02 Feb 2026 13:16 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Dua atap ruang kelas Madrasah Intidaiyah Swasta Miftahul Falah di Kampung Tlajung RT 2 RW 11 Desa Cikeas Udik kecamatan Gunung Putri Kabupaten Bogor ambruk pada Minggu 1 Februari 2026 sore. Di duga atap bangunan sudah tidak sanggup lagi menahan beban genting dan matrial di atasnya akibat usia kayu yang sudah lapuk.

Lokasi bangunan berada di Jalan Raya Cikeas itupun ternyata sudah di prediksi oleh pihak pengelola sekolah. Minimnya penerimaan anggaran untuk perbaikan dan rehab bangunan itupun menjadi alasan pihak sekolah melihat kondis atap bangunan sekolah yang ambruk itu.

Kepala Sekolah MI Mifthaul Falah Dumuroh, mengatakan upaya pengajuan perbaikan bangunan sudah ia lakukan mulai dari kemenag hingga Pemkab Bogor.

"Ambruk hari minggu, siswa libur jadi hari ini untuk sementara belajar jaraknjauh dulu seminggu sambil menunggu proses perbaikan dulu," ujar Dumuroh, Senin 2 Februari 2026.

Perbedaan penanganan lembaga Pendidikan disinyalir menjadi penghambat usulan perbaikan bangunan di sekolah berbasis agama Islam setingkat SD itu. Madrsah Ibtidaiyah berada di bawah Kementrian Agama melalui Seksi Pendidikan Madrasah di Kemenag Kabupaten Bogor.

Selama atap bangunan itu belum di perbaiki puluhan siswa MI di sekolah tersebut melaksanakan kegiatan belajar mengajar jarak jauh atau daring. 

Camat Gunung Putri Kurnia Indra memastikan laporan tersebut akan dia sampaikan ke tingkat yang lebih tinggi.

"Dan pelaporan sudah kami tindak lanjuti dan pembelajaran segera kembali dinlanjutkan, kewenangan kan ini di Kemenag ya dan kita sudah laporkan di Pak Bupati beliau juga Konsern bertukar informasi dengan Kemenag jadi pertama penanganan daruratnya seperti apa," tambah Camat Kurnia Indra.

Beruntung tidak ada korban luka terlebih jiwa, peristiwa itu terjadi pada hari libur namun mengakibtakan kerugian yang cukup parah. Tidak hanya atap genting yang berjatuhan mengenai mebelair di dua ruang kelas melainkan dokumen dan data siswa yang tersimpan di dalam ruang tersebut basah dan berlumpur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....