Dapur Sehat: Strategi Kolaborasi Tekan Stunting di Bogor
- 29 Jan 2026 09:37 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dahsat) menjadi harapan baru dalam upaya pemerintah menekan angka stunting, khususnya di Kota Bogor. Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga), Wihaji, menyampaikan hal ini saat meninjau pelaksanaan program Dahsat di Kampung KB Bakti Mulia, Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, pada Rabu, 28 Januari 2026.
Kunjungan Wihaji, yang didampingi Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menyoroti proses pengolahan makanan bergizi hingga pengemasan. Makanan ini kemudian didistribusikan kepada keluarga berisiko stunting.
Program Dahsat di Kota Bogor merupakan kolaborasi antara Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dengan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bogor. Wihaji menjelaskan, program ini masih dalam tahap uji coba selama dua bulan di Kota Bogor.
Wihaji menjelaskan, tujuan program ini adalah untuk memvalidasi efektivitas program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah dicanangkan oleh Presiden. "Program Dahsat ini berjalan secara terpisah dari MBG dan dikelola oleh kelompok ibu-ibu yang tergabung dalam program ini," ujarnya.
Tiga poin utama menjadi fokus dalam pelaksanaan program Dahsat. Pertama, memastikan menu makanan sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025 tentang pendistribusian makanan bergizi untuk kelompok rentan.
Kedua, mengidentifikasi kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD yang belum terjangkau oleh program SPPG. Ketiga, mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam memenuhi kebutuhan gizi di lingkungan masing-masing.
"Di wilayah ini, makanan disiapkan oleh ibu-ibu dengan bimbingan ahli gizi dari puskesmas. Hal ini penting untuk memastikan asupan gizi yang tepat, berbeda dengan makanan untuk anak sekolah," kata Wihaji.
Sementara itu Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengatakan bahwa program Dahsat telah berjalan di Kota Bogor, meskipun dalam skala terbatas. "Program ini menjadi pilot project dari Kemendukbangga, karena belum semua ibu hamil dan ibu menyusui terjangkau oleh SPPG untuk mendapatkan porsi MBG. Kota Bogor menjadi contoh implementasi dapur makan bergizi gratis bagi mereka," ujarnya.
Di Kelurahan Kebon Pedes, 100 porsi makanan bergizi didistribusikan langsung oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK). Mutaqin berharap program ini dapat mencegah peningkatan angka stunting di Kota Bogor. "Program Dahsat sudah berjalan di Kota Bogor, namun selama ini hanya sekitar 20 porsi dan tidak rutin. Evaluasi akan terus dilakukan untuk memastikan efektivitasnya," kata Jenal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....