Festival Ramadan HA IPB Berbagi dengan Tunanetra Bogor

  • 09 Mar 2026 09:31 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Festival Ramadan yang diinisiasi oleh Himpunan Alumni IPB kembali digelar di Gymnasium Vokasi IPB. Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu, 7 Maret 2026, dan menjadi ajang berbagi kepada masyarakat, khususnya penyandang disabilitas netra.

Acara yang digagas oleh Dewan Pengurus Pusat Himpunan Alumni IPB bersama Dapoer eRYe ini diawali dengan pemberian santunan kepada anggota Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni). Bantuan tersebut diberikan kepada para tunanetra yang berasal dari Kota dan Kabupaten Bogor.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan festival setiap bulan Ramadan. Ia menilai kegiatan sosial seperti ini menjadi bentuk kepedulian sekaligus pengingat untuk terus bersyukur.

“Kegiatan ini mengimplementasikan bahwa kita harus terus bersyukur. Mudah diucapkan, tetapi sulit dilakukan. Untuk itu saya berterima kasih dengan adanya Festival Ramadan ini,” ujar Jenal Mutaqin dalam sambutannya.

Dalam kesempatan tersebut, Jenal Mutaqin juga mengundang para penyandang tunanetra untuk dapat menghadiri kegiatan buka puasa bersama di Balai Kota Bogor. Ia berharap perhatian terhadap kelompok disabilitas dapat terus ditingkatkan oleh berbagai pihak.

“Doakan wali kota dan wakil wali kota bisa husnul khatimah dalam menjalankan tugas di Kota Bogor,” katanya kepada para peserta yang hadir.

Sementara itu, Pembina Pertuni sekaligus pemilik Dapoer eRYe Rini Yusuf mengatakan kegiatan ini telah berlangsung selama sekitar satu dekade. Festival tersebut secara konsisten memberikan santunan kepada penyandang tunanetra yang selama ini dinilai masih jarang mendapat perhatian.

Ia menjelaskan sebagian besar anggota Pertuni yang menerima bantuan bekerja sebagai tukang pijat, pengrajin, pedagang makanan, hingga musisi. Rini berharap ke depan perhatian terhadap penyandang disabilitas netra semakin meningkat, terutama karena banyak dari mereka mengalami penurunan penghasilan setelah pandemi Covid-19.

Rekomendasi Berita