Ust. Dr. Zahid Mubarok: Memohon Ampunan dengan Hati yang Tunduk

  • 02 Mar 2026 10:58 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Bulan suci Ramadan kembali menjadi momentum refleksi dan pertaubatan bagi umat Islam. Dalam tausiyahnya di siaran Kultum Ramadan PRO1 RRI Bogor, pada Minggu sore, 1 Maret 2026, Ust. Dr. Zahid Mubarok mengajak pendengar mensyukuri kesempatan berjumpa dengan Ramadan sebagai anugerah besar dari Allah SWT.

Ia menegaskan bahwa hadirnya Ramadan merupakan jawaban atas doa-doa yang selama ini dipanjatkan. “Sebelum datang Ramadan kita selalu memohon: Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Syaban, sampaikan kami di bulan Ramadan. Sekarang Allah sudah istijabah doa-doa kita,” tuturnya. Karena itu, menurutnya, kesempatan ini tidak boleh disia-siakan.

Ramadan disebutnya sebagai Syahru Maghfirah, bulan yang dipenuhi ampunan. Ia mengajak siapa pun yang merasa banyak melakukan kesalahan untuk segera kembali kepada Allah. “Allah Subhanahu Wa Ta’ala bentangkan 24 jam siapa dari hamba-hamba-Nya yang banyak kesalahan… ketuk pintu langit, akan ampunkan segala kesalahan-kesalahannya,” ujarnya menggambarkan luasnya rahmat Ilahi.

Dalam analoginya, ia membandingkan kasih sayang Allah dengan orang tua yang tetap menerima anaknya meski telah lama berbuat salah. “Begitu pulalah Allah Subhanahu Wa Ta’ala… ketika hamba-Nya datang memohon ampun kepada Allah, Allah akan terima. Memohon ampun dengan hati yang tunduk, Allah sangat gembira,” katanya. Ia pun mengingatkan firman Allah, “Fafirruu ilallah” (bersegeralah kembali kepada Allah).

Ust. Zahid juga menekankan pentingnya doa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW di bulan Ramadan, khususnya pada malam-malam terakhir. “Terus lantunkan, basahi lisan kita dengan mengucapkan: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni,” pesannya, seraya menjelaskan bahwa doa tersebut adalah bentuk pengakuan atas dosa dan harapan akan pengampunan total.

Ia kemudian menjelaskan perbedaan makna antara sifat Allah Ghafur dan ‘Afuww. “Kalau Ghafur, kesalahan diampuni tapi masih ada bekasnya. Tapi khusus untuk Ramadan, Allah menggunakan kata ‘Afuwwun, kesalahannya diampuni tanpa ada bekas sama sekali,” paparnya, menegaskan betapa istimewanya bulan suci ini.

Menutup tausiyahnya, ia mengutip ayat Al-Qur’an, “Wa idza sa’alaka ‘ibadi ‘anni fa inni qarib” (Allah Maha Dekat dan mengabulkan doa hamba-Nya). Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa Ramadan adalah waktu terbaik untuk kembali, merendahkan hati, dan memohon ampunan dengan penuh kesungguhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....