Asal-Usul Kata Takjil, dari Anjuran Syariat hingga Pergeseran Makna di Indonesia

  • 24 Feb 2026 09:57 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor — Istilah “takjil” yang lekat dengan suasana Ramadan di Indonesia ternyata memiliki makna awal yang berbeda dari penggunaan sehari-hari saat ini. Secara etimologis, kata tersebut berasal dari bahasa Arab ta’jīl yang berarti menyegerakan.

Dalam literatur bahasa Arab klasik, kata ta’jīl merupakan bentuk masdar dari kata kerja ‘ajjala – yu‘ajjilu – ta’jīlan yang bermakna mempercepat atau menyegerakan sesuatu. Makna ini dapat ditemukan dalam kamus-kamus Arab klasik seperti Lisan al-Arab karya Ibnu Manzhur, yang menjelaskan akar kata ‘a-j-l sebagai tindakan mempercepat atau tidak menunda suatu hal.

Sementara dalam konteks ibadah puasa, istilah tersebut merujuk pada anjuran untuk menyegerakan berbuka ketika waktu Magrib telah tiba. Dalam tradisi Arab, ta’jil bukan nama makanan. Ia adalah tindakan menyegerakan berbuka. Adapun istilah untuk kegiatan berbuka puasa sendiri adalah iftar.

Hal ini juga tercatat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi pertama tahun 1988 yang memasukkan kata “takjil” dengan arti menyegerakan berbuka puasa. Artinya, secara resmi bahasa Indonesia pada awalnya masih mempertahankan makna etimologis dari bahasa Arab.

Suasana menikmati Takjil dalam berbuka puasa Ramadhan 1447 Hijriah di RRI Bogor. ( Foto : Farah)

Namun dalam perkembangannya, makna kata tersebut mengalami pergeseran. Di Indonesia, takjil kemudian dipahami sebagai makanan atau minuman ringan untuk berbuka puasa. Ini bentuk penyempitan makna akibat kebiasaan sosial,

Kebiasaan menyegerakan berbuka dengan kurma, kolak, atau minuman manis membuat istilah tersebut melekat pada hidangan pembuka itu sendiri. Fenomena serupa juga dicatat dalam kajian kata serapan bahasa Melayu dan Indonesia, seperti dalam buku Loan-Words in Indonesian and Malay, yang menjelaskan perubahan makna sejumlah istilah Arab setelah masuk ke ranah budaya Nusantara.

Dengan demikian, secara historis dan etimologis, takjil berarti menyegerakan berbuka puasa. Namun dalam praktik kebahasaan masyarakat Indonesia modern, istilah tersebut telah bertransformasi menjadi sebutan umum bagi makanan dan minuman pembuka saat Ramadan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....