Ketua MUI Kota Bogor: Ramadan Momentum Lembutkan Hati

  • 21 Feb 2026 16:35 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Pada bulan Ramadan yang penuh hikmah, pendengar PRO1 RRI Bogor dapat menyimak segmen Kultum (Kuliah Tujuh Menit) berupa tausiyah singkat menjelang waktu berbuka puasa.

Dalam Kultum hari kedua Ramadan 1447 Hijriah yang disiarkan pada Jumat, 20 Februari 2026, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor, KH Tb Muhiddin, menyampaikan doa dan harapan agar Ramadan menjadi bulan yang penuh penerimaan amal serta ampunan bagi seluruh umat.

“Syahrullahi ya Ramadan bil qabuli wal ghufran. Allahumma innaka ‘afuwwun karim tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anna,” lantunnya, memohon ampunan dan keberkahan di bulan suci.

Ia mengingatkan bahwa Ramadan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga. Menurutnya, hampir seluruh rukun Islam hadir dan terasa kuat dalam momentum Ramadan.

“Di bulan puasa ini tidak hanya ada ibadah puasa saja. Hampir 90 persen rukun Islam yang lima itu ada di bulan Ramadan,” ujarnya. Ia menjelaskan, syahadat senantiasa dibaca dalam salat, kewajiban salat dijalankan, hingga zakat fitrah yang ayatnya diturunkan di bulan Ramadan. Satu-satunya rukun Islam yang tidak berada di bulan ini adalah ibadah haji karena waktunya berbeda.

Lebih jauh, penceramah menekankan keistimewaan sepuluh hari pertama Ramadan. Mengutip sabda Rasulullah, ia menyampaikan, “Awwaluhu rahmatun,” yang berarti sepuluh hari pertama adalah turunnya rahmat Allah bagi umat Islam yang menjalankan ibadah puasa.

Rahmat, menurutnya, dapat dimaknai sebagai riqqatul qalbi atau kelembutan hati yang tumbuh dari relung terdalam. Kelembutan itulah yang mendorong umat Islam berbondong-bondong ke masjid pada awal Ramadan.

“Kalau sudah masuk tanggal satu Ramadan, nampaklah mereka datang ke masjid. Dia bawa anaknya, dia bawa istrinya untuk melaksanakan ibadah tarawih,” tuturnya. Masjid, surau, dan mushola pun dipenuhi jamaah yang melaksanakan salat Isya dan tarawih, bahkan bagi mereka yang sebelumnya jarang hadir di bulan-bulan lain.

Fenomena itu, lanjutnya, menjadi bukti bagaimana Allah “mengetuk hati” umat Islam agar lembut dan terdorong mendekat kepada-Nya. Momentum ini disebutnya sebagai wujud nyata dari rahmat di awal Ramadan.

Menutup taausiyahnya, ia mengajak seluruh umat Islam menyambut Ramadan dengan kegembiraan dan rasa syukur. “Yuk kita bergembira, yuk kita menerima berbahagia kedatangan bulan yang mulia itu,” pesannya, seraya mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa, tarawih, dan i'tikaf di bulan suci.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....