Ketua Muhammadiyah Kota Bogor: Ramadhan Momentum Perkuat Persatuan Umat
- 20 Feb 2026 11:17 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Semangat Ramadhan 1447 Hijriah di Kota Bogor menjadi momentum memperkuat persatuan umat melalui sinergi Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Meski terdapat perbedaan metode penetapan awal puasa, kedua organisasi sepakat mengedepankan ukhuwah dan kemaslahatan bersama.
Ketua Muhammadiyah Kota Bogor, KH. Maizar Madsuri, menyampaikan Ramadhan merupakan nikmat besar yang patut disyukuri oleh seluruh umat Islam. Selain sebagai ibadah spiritual, bulan suci juga menjadi ruang transformasi sosial dan penguatan nilai kebangsaan.
“Alhamdulillah kita masih diberikan kesempatan bertemu Ramadhan dan melaksanakan ibadah puasa. Ini adalah nikmat luar biasa yang harus kita syukuri sebagai hamba Allah dan umat Rasulullah,” ujarnya dalam dialog Bogor Pagi Ini, edisi Kamis, 19 Februari 2026.
Ia menambahkan, perbedaan awal puasa tidak boleh menjadi sumber perpecahan di tengah masyarakat. Justru, hal tersebut harus dimaknai sebagai dinamika ijtihad dalam khazanah keislaman.
Muhammadiyah memulai puasa pada Rabu, 18 Februari 2026, berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal yang telah ditetapkan Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Penetapan tersebut merujuk pada metode hisab berbasis ilmu astronomi yang diperkuat dalil Al-Qur’an dan hadis.
“Metodologi ini bagian dari karakter Islam Berkemajuan yang kami kembangkan. Kami ingin menghadirkan pemahaman agama yang kokoh dalam akidah, tetapi tetap dinamis dalam menjawab tantangan zaman,” jelasnya.
| Baca juga: Ramadhan Fest Jadi Momentum Bangun SDM Bogor |
Dalam perspektif Muhammadiyah, Islam Berkemajuan memiliki lima karakter utama, yakni berlandaskan tauhid, bersumber pada Al-Qur’an dan Sunnah, menghidupkan ijtihad dan tajdid, memajukan kehidupan masyarakat, serta menghadirkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Ramadhan menjadi momentum untuk menguatkan semangat tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
“Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga mendorong pembaruan atau tajdid. Kita memurnikan ajaran dalam hal prinsip ibadah, sekaligus melakukan dinamisasi dalam aspek sosial kemasyarakatan,” ungkapnya.
Selama Ramadhan, Muhammadiyah Kota Bogor mengintensifkan kegiatan tarhib, pengajian, silaturahmi, dan aksi sosial. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kepedulian dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
“Kami memperbanyak dialog dan silaturahmi agar umat semakin dewasa dalam menyikapi perbedaan. Edukasi terus kami lakukan, baik secara internal maupun melalui ruang publik seperti siaran RRI,” tuturnya.
Sinergi dengan NU dan elemen umat lainnya diharapkan terus terjalin demi menjaga persatuan di Kota Bogor. Ramadan pun diharapkan menjadi titik tolak memperkuat iman, memperluas amal, serta membangun kehidupan sosial yang lebih harmonis dan berkemajuan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....