Kemenag dan BMKG Pantau Hilal 133 Titik

  • 17 Feb 2026 17:06 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Sebanyak 133 titik pemantauan hilal disiapkan untuk menentukan awal 1 Ramadan 1447 Hijriah. Langkah ini dilakukan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) guna memastikan proses rukyatul hilal berjalan akurat dan terkoordinasi.

Ratusan lokasi tersebut tersebar di berbagai provinsi di Indonesia, mulai dari wilayah barat hingga timur. Titik pengamatan dipilih berdasarkan faktor geografis, ketinggian tempat, serta potensi visibilitas bulan sabit muda setelah matahari terbenam.

Kemenag bertanggung jawab dalam pelaksanaan sidang isbat yang akan menetapkan awal Ramadan secara resmi. Sementara itu, BMKG memberikan dukungan data astronomi dan prakiraan cuaca untuk membantu tim pengamat mendapatkan hasil yang optimal.

Kolaborasi ini menjadi penting karena faktor cuaca sangat memengaruhi keberhasilan rukyat. Informasi mengenai tutupan awan, kelembapan udara, hingga potensi hujan menjadi pertimbangan utama dalam proses pemantauan.

Selain pengamatan langsung, metode hisab atau perhitungan astronomi juga digunakan sebagai pendukung. Data perhitungan tersebut kemudian dipadukan dengan hasil rukyat untuk menjadi bahan pertimbangan dalam sidang penetapan awal puasa.

Masyarakat diimbau menunggu hasil resmi yang diumumkan pemerintah setelah sidang isbat digelar. Keputusan tersebut akan menjadi pedoman nasional dalam memulai ibadah puasa Ramadan.

Dengan persiapan matang dan dukungan teknologi, penentuan 1 Ramadan diharapkan berlangsung lancar dan transparan. Sinergi antara Kemenag dan BMKG menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberikan kepastian bagi umat Muslim di seluruh Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....