Wamenlu Kunjungi Fasilitas Dompet Dhuafa di Parung Bogor

  • 25 Mar 2025 10:25 WIB
  •  Bogor

KBRN, Bogor : Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta mengunjungi sejumlah fasilitas Dompet Dhuafa yang berlokasi di Parung Kabupaten Bogor, Senin (24/3/2025).

Dalam kunjungannya tersebut Wamenlu melihat fasilitas yang di kelola lembaga Filantrophy di lokasi tersebut.

Meliputi RS Qatar Charity, RS Rumah Sehat Terpadu, Masjid Al-Madina, Sekolah SMART Ekselensia Indonesia, Madaya Coffee, Teras Madina, Madina Bakery, Kampus Bisnis Umar Usman, hingga Kampung Silat Jampang.

Kunjungan ini memberikan wawasan langsung mengenai berbagai upaya pemberdayaan yang telah dilakukan oleh Dompet Dhuafa dalam memberdayakan masyarakat kurang mampu melalui berbagai program berbasis wakaf dan sosial.

"Zona Madina merupakan kawasan pemberdayaan masyarakat yang dibangun di atas tanah wakaf seluas 8,5 hektar di Parung, Bogor. Seluruh program ini didukung oleh optimalisasi dana Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (Ziswaf) yang dipercayakan masyarakat melalui Dompet Dhuafa," ujar Wamen Anis Matta.

Di RS Rumah Sehat Terpadu, Anis Matta menyaksikan bagaimana layanan kesehatan berbasis wakaf ini beroperasi untuk memberikan layanan medis gratis bagi masyarakat duafa.

Anis Matta mengapresiasi kiprah Dompet Dhuafa dalam mengelola dana Ziswaf. Ia mengenang bagaimana gelombang kesalehan sosial mulai menguat di Indonesia pada era 1980-an dan 1990-an, di mana Dompet Dhuafa menjadi salah satu penggerak Utama di antaranya.

“Kementerian Luar Negeri saat ini sedang menggiatkan diplomasi kemanusiaan Indonesia, terutama untuk Palestina. Kami ingin tidak hanya mengumpulkan donasi untuk dikirim ke luar negeri, tetapi juga mengajak dunia untuk turut berkontribusi membantu Indonesia. Dengan demikian, budaya berbagi dan berdonasi semakin meluas di tingkat global,” ujar Anis Matta.

Direktur Zona Madania, Ahmad Juwaini menegaskan Dompet Dhuafa berkomitmen membantu Palestina.

Saat ini, tim kemanusiaan Dompet Dhuafa berada di Yordania untuk membantu para penyintas.

“Kami sedang menyusun tim dari berbagai lembaga untuk upaya bantuan ke Palestina. Kami juga mendorong pertemuan dengan 50 lembaga kemanusiaan yang fokus pada Palestina guna membangun koordinasi dan menentukan masterplan penyaluran bantuan untuk rekonstruksi Palestina,” tutup Ahmad Juwaini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....