Nuzulul Quran Turunnya Alquran Pedoman Hidup Dunia Akherat

  • 17 Mar 2025 14:36 WIB
  •  Bogor

KBRN, Bogor : Malam Nuzulul Quran sudah menjadi bagian dalam bulan Ramadan tanggal 17 yang berlangsung hari ini 17 Maret 2025. Dalam prosesi malam Nuzulul Quran Nabi Besar Muhammad SAW mendapatkan wahyu pertama dari Allah SWT melalui malaikat Jibril yang menyampaikan saat Baginda nabi Besar Muhammad shallallahu alaihi wasallam berada di gua hiro Mekkah Arab Saudi.

Ayat pertama yang turun dari Allah subhanahu wa ta'ala melalui malaikat Jibril tersampaikan kepada Baginda nabi Besar Muhammad shallallahu alaihi wasallam berupa iqro atau bacalah.

Pimpinan Ponpes Riyadhul Aliyah Cisempur Ciringin Kabupaten Bogor KH Abbas Maruf mengungkapkan pesan kepada Baginda nabi Besar Muhammad shallallahu alaihi wasallam berupa iqro atau bacalah menjadi bagian awal turunnya kitab suci Alquran yang tersempurnakan pada malam lailatul qadar.

"Ayat pertama iqro memberikan arti bahwa nabi besar muhammad shallallahu alaihi wasallam haruslah mempunyai sifat yang membaca seluruh tanda kekuasaan Allah subhanahu Wa ta'ala di alam semesta dan juga akhirat kelak," ujarnya, Senin (17/3/2025).

Banyak ilmu pengetahuan yang terkandung dalam Alquran sehingga dengan membaca kitab suci kita bisa mengetahui apa yang sedang terjadi di dunia dan akan terjadi di akhirat untuk tetap beriman kepada sang maha pencipta.

Sedangkan pimpinan pondok pesantren Yasina Cigombong Kabupaten Bogor KH Ramdoni mengatakan pembelajaran terhadap kitab suci yang turun sebagai mukjizat nabi besar muhammad shallallahu alaihi wasallam sangatlah relevan hingga saat ini.

"Banyak yang terkandung dalam kitab suci Alquran menjadi bacaan bagi kita semua. Dengan mempelajari ilmu pengetahuan tersebut manusia sebagai umat yang beriman tentunya bisa menjawab tantangan zaman dengan berpegang teguh pada keimanan dan ketakwaan setelah Quran turun untuk umat manusia," ungkapnya.

Sementara itu ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia ICMI Organisasi Daerah Kota Bogor, Arif Badrudin mengungkapkan, jejak sejarah Al Quran sejak turun pertama kali ke bumi hingga saat ini sangatlah jelas.

Periode penurunan kitab suci Alquran juga sangat terperinci oleh Baginda nabi Besar Muhammad shallallahu alaihi wasallam sehingga merupakan pelengkap dari kitab suci sebelumnya.

"Membaca kitab suci Alquran juga bernilai ibadah berbeda dengan membaca literasi lainnya seperti buku koran atau pesan internet di telepon genggam. Literasi Alquran juga mencakup semua pembahasan hidup manusia dari mulai melahir hingga meninggal dunia," tandasnya.

Konsep ketatanegaraan dan mengambil kebijakan dari semua sektor juga sangatlah lengkap dalam kitab suci Alquran sehingga sudah menjadi bagian kehidupan umat manusia di seluruh dunia termasuk Indonesia untuk tetap meyakini dan menjadikan sebagai landasan hidup.

Dalam agenda Nuzulul Quran ini pondok pesantren yang berada di Bogor mengadakan sejumlah kegiatan, seperti khataman khusus Al Quran kajian tafsir Al Quran dan tata cara salat berjamaah. Semua kajian selama bulan Ramadan ini tentu untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Subhanahu Wa ta'ala.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....