Keutamaan Ramadan Menjadi Manusia Beriman Terbebas Api Neraka
- 14 Mar 2025 10:59 WIB
- Bogor
KBRN, Bogor : Hari ini memasuki 14 Ramadan 1446 Hijriyah atau Jumat (14/3/2025) artinya sudah hampir setengah perjalanan di bulan penuh barokah ini.
Dalam perjalanan ibadah Ramadan tentu harus terus meningkatkan mutu kualitas nilai ketakwaan dalam berbagai kegiatan saat ini.
Ketua dewan kemakmuran masjid Raya Al Mi'raj Kota Bogor, KH Ahmad Fathoni mengungkapkan dalam perjalanan bulan Ramadan tentu kita harus mencontoh perilaku Baginda nabi Besar Muhammad shallallahu alaihi wasallam dalam menjalani ibadah.
Salah satu yang menjadi panutan dalam tata cara beribadah Baginda nabi Besar Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam diriwayatkan oleh Siti Asiyah yang menjelaskan ibadah Rasulullah.
"Dalam peningkatan ibadah di bulan Ramadan Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam selalu memberikan kualitas dalam berserah diri dan menyembah Allah subhanahu Wa ta'ala sebagai zat pencipta alam semesta," ujarnya.
Ampunan dan meminta pahala berlimpah selalu terpancar dalam setiap ibadah dalam bulan Ramadan sehingga sebagai umat Baginda Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam hingga akhir hayat harus terus meneladaninya.
Bulan Ramadan saat ini juga akan terus memberikan pancaran kenikmatan barokah dan nilai penting dalam perjalanan spiritual masyarakat islami di seluruh dunia termasuk Indonesia.
"Dalam menempa bulan suci Ramadan amalan ibadah tentu akan menciptakan perjalanan yang akan berlangsung 11 bulan selanjutnya sehingga nantinya setiap muslim akan mencapai tujuan dari ibadah ciptakan insan beriman dan terbebas dari api neraka," tandasnya.
janji allah subhanahu wa ta'ala itu sangatlah pasti bagi setiap insan yang bertakwa mengamalkan ibadah dan menjauhi larangan saat bulan penuh ampunan ini.
"Tidak hanya sampai di situ Saat memasuki 10 hari terakhir umat muslim akan merasakan kenikmatan beribadah yang tiada tara. Akan ada sejumlah peristiwa penting seperti Nuzulul Quran 17 Ramadan dan juga malam-malam ganjil yang berada di akhir Ramadan yang biasa disebut sebagai Lailatul Qadar," paparnya.
Dalam peristiwa penting di akhir bulan Ramadan ini tentu sangat baik bagi kita untuk terus memanjatkan doa kepada Allah subhanahu Wa ta'ala agar bisa mencapai karunia ibadah seperti yang telah dijanjikan bagi insan bertakwa.
Kemenangan bagi mereka yang sudah menahan hawa nafsu makan dan minum dengan tidak melakukan hal yang bisa membatalkan puasa atau pahala puasa dengan tetap menjalankan ibadah terbaik kepada Allah subhanahu Wa ta'ala.
Nantinya setelah bulan Ramadan juga akan menjadi makhluk yang baru suci dengan adanya idul Fitri untuk saling memaafkan satu sama lain sehingga menjadikan insan yang baru dalam menjalani kehidupan selanjutnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....