Pasang Surut Meraih Cuan di Bulan Ramadan

  • 10 Mar 2025 12:41 WIB
  •  Bogor

KBRN, Bogor : Potensi industri kreatif di Bogor dan sekitarnya memang mempunyai nilai tambah dari sisi seni dan budaya. Kearifan lokal Tatar Pasundan dengan adanya wilayah Bogor yang sejuk hijau dan tentram menjadi daya tarik bagi industri kreatif tumbuh dan berkembang.

Namun saat bulan Ramadan ini ternyata ada sejumlah industri kreatif yang terpaksa harus menelan pil pahit karena di awal bulan ini merasakan kelesuan bisnis meraih pendapatan.

Sektor industri kreatif di Kabupaten Bogor menjadi salah satu daya tarik dengan adanya pengusaha UMKM yang terus bergerak memberdayakan menjadikan penghasilan untuk masyarakat.

Salah seorang pengusaha kerajinan tangan asal kabupaten Bogor Brian Wiryawan mengaku saat ini mengalami kelesuan dalam menjalankan bisnis.

"Bulan Ramadan ini terpaksa harus membanting setir membuat kerajinan untuk tempat minuman dan kue kering karena banyak peminat yang mencari barang tersebut untuk kebutuhan lebaran," ungkapnya, Senin (10/3/2025).

Selama Ramadan koleksi seninya memang mempunyai nilai jual yang tidak terlalu bagus sehingga masyarakat lebih memilih kebutuhan untuk berlebaran secara praktis hemat dan cepat.

"Namun untuk 11 bulan selanjutnya sudah mempersiapkan berbagai barang seni budaya dari koran untuk menjadi bahan baku tas mempunyai nilai seni bahkan hingga pasar internasional," katanya

Menyikapi pasang surut dunia bisnis saat bulan Ramadan ketua kadin Kabupaten Bogor Sintha Dec Cecawati mengungkapkan memang seorang pengusaha haruslah mempunyai mentalitas yang kuat.

"Dalam dunia bisnis hal yang biasa terjadi pasang surut pendapatan namun dengan mental yang kuat membentuk seorang wirausaha menjadi lebih tahan banting untuk menciptakan produk berkualitas," tandasnya.

Inovasi dalam bulan Ramadan untuk memenuhi barang kebutuhan lebaran juga harus menjadi yang utama sehingga bisa terserap oleh pasar.

Kadin Kabupaten Bogor juga terus melakukan pelatihan kepada semua pengusaha UMKM sehingga mereka bisa tetap menjalankan bisnis meski adanya pembatasan dan efisiensi dari berbagai sektor.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....