FIFA Hapus Kartu Merah Paredes, Investigasi Tetap Terus Berjalan
- 24 Jul 2026 15:39 WIB
- Bogor
Poin Utama
- Nama Leandro Paredes menjadi salah satu yang paling banyak dibicarakan karena tayangan televisi memperlihatkan dirinya terlibat konfrontasi dengan beberapa pemain Spanyol
- Walaupun status kartu merah telah dibatalkan, persoalan belum sepenuhnya selesai
- Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa sportivitas tetap harus dijunjung tinggi
RRI.CO.ID, Bogor- Kontroversi mewarnai penutupan Piala Dunia 2026 setelah FIFA mengoreksi laporan resmi pertandingan final antara Argentina dan Spanyol. Berdasarkan konfirmasi FIFA yang dikutip BBC Sport, Reuters, dan sejumlah media internasional, pada hari Kamis 23 Juli 2026, kartu merah yang sempat tercantum atas nama gelandang Argentina, Leandro Paredes, ternyata merupakan kesalahan pada sistem informasi pertandingan dan telah dihapus dari dokumen resmi. Meski demikian, FIFA tetap melanjutkan investigasi terhadap kericuhan yang terjadi setelah laga usai untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran terhadap Kode Disiplin FIFA.
Final Piala Dunia 2026 sendiri berakhir dengan kemenangan Spanyol 1-0 atas Argentina melalui babak perpanjangan waktu. Namun, euforia keberhasilan La Roja justru dibayangi insiden tidak sportif setelah peluit panjang dibunyikan. Sejumlah pemain dari kedua tim terlibat aksi saling dorong hingga keributan di lapangan yang menjadi sorotan publik sepak bola dunia.
Nama Leandro Paredes menjadi salah satu yang paling banyak dibicarakan karena tayangan televisi memperlihatkan dirinya terlibat konfrontasi dengan beberapa pemain Spanyol, termasuk Eric Garcia dan Gavi. Pada awalnya, banyak pihak meyakini bahwa wasit Slavko Vinčić telah mengeluarkan kartu merah untuk Paredes setelah pertandingan selesai. Informasi tersebut bahkan sempat muncul dalam laporan pertandingan sebelum akhirnya dikoreksi oleh FIFA.
Setelah melakukan peninjauan administrasi, FIFA menjelaskan bahwa pencatatan kartu merah tersebut merupakan kekeliruan pada sistem informasi pertandingan, sehingga secara resmi Paredes tidak pernah menerima kartu merah. Dengan demikian, tidak ada hukuman otomatis berupa larangan bermain yang berlaku terhadap gelandang Argentina tersebut berdasarkan laporan pertandingan final.
Walaupun status kartu merah telah dibatalkan, persoalan belum sepenuhnya selesai. FIFA tetap menunjuk tim disiplin untuk mengumpulkan berbagai bukti, termasuk rekaman video pertandingan, laporan perangkat pertandingan, dan keterangan dari pihak-pihak terkait. Hasil investigasi nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan apakah terdapat pelanggaran disiplin yang tetap dapat dijatuhi sanksi kepada pemain maupun ofisial kedua tim.
Kasus ini menunjukkan bahwa keputusan administratif dan proses disipliner merupakan dua hal yang berbeda dalam regulasi sepak bola internasional. Sebuah kesalahan pencatatan dalam laporan pertandingan dapat diperbaiki tanpa menghapus kewenangan FIFA untuk menyelidiki tindakan yang dianggap melanggar aturan fair play. Oleh karena itu, meskipun Paredes tidak tercatat menerima kartu merah, peluang adanya sanksi lain masih tetap terbuka apabila investigasi menemukan bukti yang cukup.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa sportivitas tetap harus dijunjung tinggi, terutama dalam pertandingan sebesar final Piala Dunia yang disaksikan jutaan orang di seluruh dunia. Di tengah persaingan yang ketat dan emosi yang memuncak, sikap profesional para pemain menjadi bagian penting dalam menjaga citra sepak bola sebagai olahraga yang menjunjung tinggi rasa hormat, fair play, dan semangat kompetisi yang sehat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....