Kekalahan Inggris di Piala Dunia 2026 Picu Perdebatan soal "Rumah" Sepak Bola

  • 18 Jul 2026 09:43 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Kekalahan Inggris dari Argentina pada babak semifinal Piala Dunia FIFA 2026 kembali memunculkan perdebatan lama mengenai status Inggris sebagai "rumah" sepak bola dunia. The Three Lions harus mengubur mimpi meraih gelar juara setelah takluk 1-2 dari Argentina di Atlanta Stadium, Amerika Serikat, pada Kamis, 16 Juli 2026, dini hari WIB.

Hasil tersebut memperpanjang penantian panjang Inggris untuk kembali mengangkat trofi Piala Dunia. Sejak meraih satu-satunya gelar pada Piala Dunia 1966, Inggris belum pernah lagi menjadi juara dunia. Artinya, sudah 60 tahun berlalu tanpa tambahan gelar bagi negara yang selama ini dikenal sebagai tempat lahirnya sepak bola modern.

Dikutip dari analisis The Economist yang dipublikasikan pada Rabu, 15 Juli 2026, anggapan bahwa Inggris merupakan pusat sepak bola dunia kini mulai bergeser. Meski aturan resmi permainan sepak bola pertama kali dikodifikasi di Inggris pada 1863 dan Liga Inggris menjadi salah satu kompetisi paling bergengsi di dunia, pusat kekuatan sepak bola saat ini dinilai tidak lagi berada di Kepulauan Inggris.

Dalam analisis tersebut, The Economist menggunakan sistem peringkat Elo untuk mengukur kekuatan seluruh 244 tim nasional putra anggota FIFA. Berbeda dengan sekadar menghitung jumlah gelar juara dunia, sistem Elo mempertimbangkan hasil pertandingan dan kualitas lawan yang dihadapi sehingga dinilai lebih mencerminkan kekuatan tim saat ini.

Hasilnya menunjukkan bahwa Spanyol menempati posisi teratas dalam peringkat Elo dunia. Tim Matador juga berhasil melaju ke final Piala Dunia FIFA 2026 setelah menyingkirkan Prancis. Berdasarkan perhitungan tersebut, pusat gravitasi sepak bola dunia disebut telah bergeser lebih dari 3.000 mil dalam satu abad terakhir menuju kawasan Mediterania, khususnya di sekitar Spanyol dan Prancis.

The Economist menjelaskan, pada awal abad ke-20 pusat sepak bola berada di kawasan Inggris karena pertandingan internasional saat itu didominasi Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia. Seiring kejayaan Brasil dan negara-negara Amerika Selatan, pusat kekuatan kemudian berpindah ke barat. Namun sejak awal 2000-an, dominasi tim-tim Eropa kembali mengubah peta persaingan, ditandai dengan empat dari lima gelar Piala Dunia sejak 2002 diraih negara Eropa serta enam dari delapan perempat finalis Piala Dunia 2026 berasal dari Benua Biru.

Analisis tersebut memperlihatkan bahwa istilah "It's Coming Home" yang selama ini identik dengan Inggris kini lebih menjadi simbol sejarah daripada cerminan kekuatan sepak bola masa kini. Meski Inggris tetap memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan olahraga tersebut, berdasarkan indikator performa tim nasional, pusat kekuatan sepak bola dunia saat ini dinilai telah bergeser ke kawasan Eropa Selatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....