Teknologi AI di Piala Dunia 2026, Akhiri Perdebatan Offside yang Melegenda

  • 23 Jun 2026 08:50 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Kehadiran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam penyelenggaraan Piala Dunia 2026 menghadirkan pengalaman baru bagi pecinta sepak bola. Di satu sisi teknologi ini meningkatkan akurasi pengambilan keputusan, namun di sisi lain dianggap mengurangi drama dan perdebatan yang selama ini menjadi bagian dari euforia pertandingan.

Dalam sejarah sepak bola, sejumlah keputusan kontroversial pernah menjadi perbincangan dunia. Salah satu yang paling terkenal adalah gol "Tangan Tuhan" yang dicetak Diego Maradona saat Argentina menghadapi Inggris pada perempat final Piala Dunia 1986. Kala itu, keterbatasan teknologi membuat wasit dan perangkat pertandingan tidak menyadari adanya pelanggaran, sehingga gol tetap disahkan.

Perdebatan serupa juga terjadi pada Piala Dunia 2010 saat Argentina menghadapi Meksiko. Gol Carlos Tevez yang tercipta setelah menerima umpan Lionel Messi dinilai berada dalam posisi offside berdasarkan tayangan ulang televisi. Namun, karena belum adanya Video Assistant Referee (VAR), wasit tetap mengesahkan gol tersebut.

Mengutip laporan Inside FIFA yang dirilis 15 Juni 2026, FIFA kini menerapkan versi terbaru Teknologi Offside Semi-Otomatis atau Semi-Automated Offside Technology (SAOT) pada Piala Dunia 2026. Sistem ini memanfaatkan kecerdasan buatan untuk membantu perangkat pertandingan mendeteksi pelanggaran offside secara lebih cepat dan akurat.

FIFA menjelaskan bahwa sebanyak 1.248 pemain dari 48 tim peserta telah dipindai menjadi avatar digital tiga dimensi. Selain itu, bola resmi Adidas yang digunakan dalam turnamen dilengkapi sensor Inertial Measurement Unit (IMU) yang mampu mengirimkan data hingga 500 kali per detik, sementara 12 kamera khusus memantau pergerakan pemain dari berbagai sudut lapangan.

Berdasarkan data tersebut, sistem AI akan menghitung titik sentuhan bola dan posisi pemain secara real time. Jika terdapat pemain yang berada lebih dari 10 sentimeter dalam posisi offside saat bola dimainkan, sistem akan mengirimkan peringatan audio langsung kepada asisten wasit sehingga keputusan dapat diambil hanya dalam hitungan detik tanpa perlu proses pemeriksaan panjang melalui VAR.

Mengutip Inside FIFA, teknologi ini juga memungkinkan penonton melihat animasi tiga dimensi yang menggambarkan posisi pemain secara detail saat sebuah kejadian offside terjadi. Dengan demikian, keputusan wasit menjadi lebih transparan dan akurat, meski sebagian penggemar menilai berkurangnya kontroversi membuat salah satu unsur dramatis dalam sepak bola perlahan menghilang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....