Iran Protes ke FIFA, Keluhkan Pembatasan Perjalanan di Piala Dunia 2026
- 20 Jun 2026 16:14 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Federasi Sepak Bola Iran berencana mengajukan keluhan resmi kepada FIFA terkait pembatasan perjalanan yang diterapkan terhadap tim nasional mereka selama mengikuti Piala Dunia 2026 di Amerika Utara.
Iran menilai aturan tersebut mengganggu persiapan tim menjelang pertandingan fase grup. Keluhan itu muncul setelah permintaan Iran untuk tiba lebih awal di Los Angeles menjelang laga melawan Belgia ditolak oleh penyelenggara.
Mengutip laporan Al Jazeera yang mengacu pada AFP, juru bicara Federasi Sepak Bola Iran menyebut timnya telah menyerahkan jadwal persiapan jauh hari sebelum turnamen dimulai. Namun, sejumlah pembatasan dinilai menghambat rencana yang telah disusun staf pelatih.
Iran menginginkan skuad tiba di Los Angeles dua hari sebelum pertandingan melawan Belgia yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 21 Juni 2026. Menurut federasi, waktu tambahan tersebut dibutuhkan agar para pemain dapat beradaptasi dengan kondisi pertandingan, menjalani sesi latihan terakhir, dan menyelesaikan persiapan teknis.
Namun, permintaan tersebut ditolak. Federasi Iran mengaku telah menyampaikan alasan teknis yang mendukung permohonan itu, tetapi tidak mendapat persetujuan.
Sebelumnya, Iran membuka perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan hasil imbang 2-2 melawan Selandia Baru di Los Angeles. Setelah pertandingan berakhir, delegasi Iran diwajibkan segera meninggalkan Amerika Serikat dan kembali ke markas mereka di Tijuana, Meksiko.
Kebijakan itu menuai kritik karena tim tidak memiliki waktu pemulihan yang cukup di hotel sebelum melakukan perjalanan kembali ke Meksiko. Situasi tersebut menjadi sorotan mengingat seluruh laga fase grup Iran berlangsung di wilayah Amerika Serikat.
Pemerintah AS membantah adanya perlakuan diskriminatif. Direktur Eksekutif White House FIFA Task Force, Andrew Giuliani, mengatakan Iran sejak awal telah diberi tahu bahwa mereka hanya diizinkan masuk ke AS sehari sebelum pertandingan, serta harus meninggalkan negara itu di hari yang sama setelah laga selesai.
Menurut Giuliani, prosedur serupa juga akan diterapkan saat Iran menghadapi Mesir pada pertandingan terakhir Grup G di Seattle. Ia menegaskan kebijakan tersebut telah disampaikan kepada delegasi Iran sebelum turnamen dimulai.
Kontroversi ini menambah daftar tantangan yang dihadapi Iran selama Piala Dunia 2026. Sebelum turnamen bergulir, keikutsertaan mereka sempat dibayangi ketidakpastian akibat ketegangan politik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....