Rekor Baru Negara Muslim di Piala Dunia

  • 17 Jun 2026 08:56 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan para pesepakbola terbaik dunia, tetapi juga memperlihatkan meningkatnya peran negara-negara mayoritas Muslim di panggung sepak bola internasional. Turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini mencatat capaian signifikan dari sisi keberagaman peserta.

Mengacu pada data Seasia Stats yang dipublikasikan pada Senin, 15 Juni 2026, terdapat 14 negara mayoritas Muslim yang berhasil lolos ke putaran final Piala Dunia 2026. Jumlah tersebut menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah partisipasi negara-negara Muslim di ajang sepak bola dunia.

Ke-14 negara tersebut terdiri dari Aljazair, Bosnia dan Herzegovina, Mesir, Iran, Irak, Pantai Gading, Yordania, Maroko, Qatar, Arab Saudi, Senegal, Tunisia, Turki, dan Uzbekistan. Komposisi ini menunjukkan semakin meratanya kekuatan sepak bola di berbagai kawasan dunia, khususnya Asia, Afrika, dan sebagian Eropa.

Salah satu perhatian utama tertuju pada Maroko yang kembali menjadi sorotan setelah mencetak sejarah pada Piala Dunia 2022 di Qatar. Saat itu, Maroko menjadi negara Afrika sekaligus Arab pertama yang berhasil mencapai babak semifinal, sebuah pencapaian yang mengubah pandangan dunia terhadap kekuatan sepak bola dari kawasan tersebut.

Keberhasilan Maroko dinilai menjadi inspirasi bagi negara lain untuk lebih kompetitif di level internasional. Hal ini juga menandai mulai bergesernya dominasi tradisional sepak bola dunia yang sebelumnya didominasi negara-negara seperti Brasil, Argentina, Jerman, dan Prancis.

Selain Maroko, negara seperti Yordania dan Uzbekistan juga mencuri perhatian setelah berhasil mencatat sejarah baru dengan lolos ke Piala Dunia melalui jalur kualifikasi yang ketat. Sementara itu, Arab Saudi, Iran, Qatar, dan Tunisia tetap konsisten sebagai wakil kuat dari Asia dan Afrika di turnamen ini.

Mesir yang diperkuat bintang Mohamed Salah menjadi salah satu tumpuan utama harapan publik sepak bola di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara. Seasia Stats dalam laporannya menegaskan bahwa meningkatnya jumlah negara mayoritas Muslim di Piala Dunia 2026 mencerminkan perkembangan signifikan dalam peta kekuatan sepak bola global.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....