Piala Dunia 2026 Cetak Rekor Pendapatan Fantastis
- 17 Jun 2026 08:53 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Piala Dunia 2026 menjadi ajang sepak bola paling besar dalam sejarah dengan format 48 tim peserta dan total 104 pertandingan. Turnamen ini digelar di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, serta menghadirkan dampak besar tidak hanya di bidang olahraga, tetapi juga ekonomi global, pariwisata, dan industri hiburan. Skala penyelenggaraan yang jauh lebih luas dibanding edisi sebelumnya membuat turnamen ini menjadi sorotan utama dunia sejak fase kualifikasi hingga putaran final.
Berdasarkan laporan Forbes yang dirilis pada Juni 2026, sebelas pesepakbola dengan bayaran tertinggi yang tampil di Piala Dunia 2026 diperkirakan mengantongi total pendapatan mencapai 950 juta dolar AS atau sekitar Rp15,4 triliun dalam 12 bulan terakhir, dengan asumsi kurs Rp16.250 per dolar AS. Angka tersebut menunjukkan betapa besarnya nilai ekonomi yang berputar di dunia sepak bola modern, terutama bagi pemain yang memiliki pengaruh global baik di dalam maupun luar lapangan.
Dua nama yang masih mendominasi daftar tersebut adalah Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Keduanya tetap menjadi magnet utama sepak bola dunia meskipun telah berada di fase akhir karier profesional mereka sebagai atlet. Selain keduanya, daftar lengkap 11 pemain dengan pendapatan tertinggi tersebut mencakup Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, Kylian Mbappé, Neymar Jr, Karim Benzema, Erling Haaland, Mohamed Salah, Kevin De Bruyne, Harry Kane, Sadio Mané, dan Vinícius Júnior, yang masing-masing memiliki kontribusi besar di klub dan tim nasionalnya.
Forbes mencatat bahwa sumber pendapatan para pemain tidak hanya berasal dari gaji klub dan bonus pertandingan, tetapi juga dari kerja sama komersial, hak citra, hingga kontrak sponsor dengan berbagai merek global yang bernilai tinggi. Dalam banyak kasus, pendapatan dari luar lapangan bahkan dapat melampaui gaji yang mereka terima dari klub, menunjukkan kuatnya daya tarik personal branding dalam industri sepak bola modern.
Piala Dunia 2026 sendiri menjadi edisi pertama dengan format perluasan 48 tim, yang otomatis meningkatkan jumlah pertandingan dan memperluas jangkauan penonton global ke lebih banyak negara. Perubahan format ini tidak hanya berdampak pada aspek kompetitif, tetapi juga meningkatkan nilai hak siar, sponsor, dan pemasukan komersial FIFA secara signifikan. Stadion-stadion yang digunakan di tiga negara penyelenggara juga diprediksi mencatat rekor tingkat okupansi penonton.
Fenomena meningkatnya pendapatan pemain menunjukkan bahwa sepak bola modern telah berkembang menjadi industri hiburan bernilai miliaran dolar. Popularitas global, kekuatan media digital, serta ekspansi platform streaming membuat nilai ekonomi para pemain bintang terus meningkat dari tahun ke tahun. Tidak hanya sebagai atlet, para pemain kini juga berperan sebagai ikon budaya populer dan wajah utama berbagai kampanye global.
Mengutip laporan Forbes berjudul “Highest-Paid Players at 2026 World Cup” yang dipublikasikan pada Juni 2026, tren kenaikan pendapatan pesepakbola diprediksi akan terus berlanjut seiring semakin kuatnya komersialisasi dalam industri sepak bola dunia. Forbes menegaskan bahwa kombinasi prestasi olahraga, popularitas global, dan kekuatan media sosial akan menjadi faktor utama yang menentukan nilai ekonomi pemain di masa mendatang, terutama pada turnamen-turnamen besar seperti Piala Dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....