FIFA Ubah Tradisi Lama di Final Dunia

  • 22 Apr 2026 22:19 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - FIFA memastikan akan menghadirkan warna baru dalam partai puncak Piala Dunia FIFA 2026 dengan menggelar halftime show untuk pertama kalinya. Konsep ini terinspirasi dari Super Bowl yang selama ini sukses memadukan olahraga dan hiburan dalam satu panggung global.

Laga final yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Juli 2026 di MetLife Stadium akan menjadi momen bersejarah. Tidak hanya pertandingan penentuan juara dunia, jeda babak pertama selama 15 menit akan diisi pertunjukan musik spektakuler yang dirancang untuk dinikmati penonton lintas generasi.

Rencana ini bukan sekadar wacana. Dalam pernyataan resminya, Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan bahwa konsep tersebut memang tengah disiapkan serius. “Ini akan menjadi pertama kalinya kami menghadirkan halftime show di final Piala Dunia, menggabungkan sepak bola, musik, dan budaya dalam satu panggung,” ujar Infantino seperti dikutip dari FIFA.

Gagasan tersebut kemudian diperkuat dalam laporan Gulf News edisi 17 April 2026 yang menyebut bahwa FIFA bahkan telah menunjuk sosok dari industri musik untuk terlibat dalam arah kreatif. Dalam laporan itu dijelaskan bahwa vokalis Coldplay akan membantu merancang konsep pertunjukan agar tampil maksimal di panggung global. Nama Coldplay pun menjadi sorotan utama. Media Inggris The Times (16 April 2026) melaporkan bahwa band tersebut tidak hanya akan tampil, tetapi juga ikut mengkurasi artis lain yang akan memeriahkan acara. Hal ini membuka peluang hadirnya kolaborasi lintas musisi internasional dalam satu panggung.

Ambisi besar FIFA juga terlihat dari pernyataan lanjutan Infantino yang dikutip beIN Sports pada 16 April 2026. Ia menyebut halftime show ini berpotensi menjadi “salah satu pertunjukan terbesar di dunia,” sekaligus menegaskan bahwa acara tersebut tidak akan mengganggu jalannya pertandingan, melainkan justru memperkaya pengalaman penonton.

Tak hanya itu, kolaborasi dengan Global Citizen juga menjadi bagian penting dari produksi acara. Menurut FIFA dalam rilis lanjutan pada 20 Maret 2026, keterlibatan organisasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan pertunjukan yang tidak hanya megah secara visual, tetapi juga membawa pesan sosial kepada audiens global.

Meski mendapat sambutan antusias, konsep ini tetap memicu perdebatan. Sebagian kalangan mempertanyakan apakah tambahan hiburan di tengah laga akan mengganggu fokus pertandingan. Namun banyak pula yang melihatnya sebagai langkah evolutif, mengingat industri olahraga kini semakin terintegrasi dengan hiburan dan budaya populer. Jika semua berjalan sesuai rencana, final Piala Dunia 2026 tidak hanya akan dikenang sebagai laga penentu juara dunia, tetapi juga sebagai titik balik dalam sejarah sepak bola—ketika pertandingan terbesar di dunia berpadu dengan panggung hiburan global dalam satu momen yang sama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....