Formula 1: Mercedes Incar 24 Persen Saham Alpine

  • 14 Mar 2026 20:05 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Rencana besar tengah berkembang di paddock Formula 1 setelah Mercedes dikabarkan ingin membeli sebagian saham tim Alpine. Langkah ini berpotensi mempererat hubungan kedua tim yang sudah menjalin kerja sama teknis untuk masa depan.

Informasi mengenai potensi transaksi tersebut mencuat pada akhir pekan Grand Prix China 2026 yang berlangsung pada 13-15 Maret 2026 . Pihak manajemen Alpine kemudian mengonfirmasi bahwa pembicaraan memang melibatkan Mercedes secara langsung sebagai perusahaan.

Produsen asal Jerman itu disebut mengincar kepemilikan sekitar 24 persen saham tim yang berbasis di Enstone. Kepemilikan tersebut saat ini berada di tangan Otro Capital, sebuah kelompok investasi yang melibatkan sejumlah tokoh terkenal dari dunia hiburan dan olahraga.

Otro Capital membeli saham tersebut pada 2023 dengan nilai sekitar 233 juta dolar AS. Seiring meningkatnya popularitas dan nilai komersial Formula 1, valuasi Alpine kini melonjak hingga diperkirakan mencapai sekitar 3 miliar dolar AS.

Proses penjualan saham tersebut juga menarik perhatian sejumlah calon investor lain. Setidaknya ada beberapa pihak yang disebut siap bersaing untuk mengakuisisi kepemilikan yang dilepas oleh Otro Capital.

Manajemen Alpine sendiri dikabarkan masih memantau perkembangan negosiasi tanpa terlibat langsung dalam transaksi tersebut. Penjualan saham itu lebih berkaitan dengan kepemilikan investor, bukan perubahan struktur kepemilikan tim secara keseluruhan.

Hubungan antara Alpine dan Mercedes sebenarnya sudah semakin dekat menjelang perubahan regulasi mesin Formula 1. Mulai musim 2026, Alpine dipastikan akan menggunakan mesin Mercedes setelah menghentikan program pengembangan power unit mereka sendiri.

Meski demikian, kepemilikan minoritas oleh Mercedes diyakini tidak akan memberikan pengaruh besar terhadap keputusan tim Alpine. Beberapa pihak di paddock juga menilai sistem tata kelola Formula 1 cukup kuat untuk mencegah potensi konflik kepentingan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....