Regulasi Baru Ubah Wajah Formula 1 Musim 2026

  • 03 Mar 2026 17:28 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Musim Formula 1 musim 2026 diprediksi menjadi salah satu momen paling revolusioner dalam sejarah olahraga balap paling bergengsi di dunia itu. Perubahan besar pada regulasi sasis dan unit daya akan mengubah wajah kompetisi, dengan tujuan menciptakan lebih banyak aksi salip-menyalip sekaligus memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan.

Sejumlah pembalap papan atas sudah memberi respons beragam. Juara dunia empat kali, Max Verstappen, secara terbuka mengaku mobil generasi baru tersebut terasa “tidak menyenangkan” untuk dikendarai. Sementara Lando Norris, yang merebut gelar musim lalu, sempat menyebut mobil anyar itu menyenangkan, sebelum kemudian melunak dan mengatakan bahwa karakteristiknya bukan lagi bentuk balapan yang paling murni.

Lalu, seberapa drastis perubahan yang akan terjadi dibanding musim 2025, ketika McLaren tampil dominan dalam perebutan gelar konstruktor dan meninggalkan Red Bull, Mercedes, serta Ferrari jauh di belakang?

Desain Lebih Ringan dan Lincah

Mobil 2026 akan tampil dengan dimensi yang lebih ringkas. Bobotnya dipangkas sekitar 30 kilogram, dengan panjang lebih pendek 20 sentimeter dan lebar menyusut 10 sentimeter. Jarak sumbu roda yang diperpendek diyakini membuat mobil lebih gesit saat melibas tikungan. Tampilan aerodinamisnya pun mengalami evolusi signifikan, termasuk konsep desain hidung baru yang mencolok pada beberapa tim.

Aerodinamika Aktif Gantikan DRS

Perubahan paling mencolok ada pada sistem aerodinamika. DRS resmi dihapus dan digantikan teknologi aero aktif yang memungkinkan penyesuaian sudut sayap depan dan belakang sesuai kebutuhan lintasan.

Dua mode baru diperkenalkan:

  • Mode Z untuk meningkatkan downforce di tikungan.
  • Mode X untuk mengurangi hambatan udara di lintasan lurus.

Selain itu, tersedia tombol “overtake” yang memberi tambahan tenaga listrik saat pembalap berada dalam jarak satu detik dari mobil di depan. Namun, penggunaan energi ekstra ini bisa menjadi pedang bermata dua karena berisiko membuat pembalap kehilangan momentum saat energi perlu dipulihkan.

Revolusi Unit Daya

Sektor mesin juga mengalami transformasi besar. Porsi tenaga listrik akan meningkat drastis, bahkan mendekati tiga kali lipat dibanding saat ini. Distribusi tenaga antara mesin pembakaran internal dan motor listrik akan dibuat seimbang. Efeknya, kemampuan pengereman regeneratif juga meningkat signifikan.

Di sisi lain, FIA bergerak cepat menutup celah teknis yang diduga memberi keuntungan pada salah satu pabrikan melalui teknologi material dan ekspansi termal. Jika benar ada keunggulan teknis sejak awal musim, dampaknya bisa meluas karena pemasok mesin tersebut juga menyuplai beberapa tim lain.

100 Persen Bahan Bakar Berkelanjutan

Tak hanya soal performa, musim 2026 juga menandai tonggak penting dalam agenda hijau Formula 1. Seluruh mobil akan menggunakan bahan bakar 100 persen berkelanjutan, yang berarti tidak ada lagi karbon fosil baru yang dibakar selama balapan.

Dengan perubahan menyeluruh ini, Formula 1 memasuki babak baru. Pertanyaannya kini, apakah regulasi anyar benar-benar menghadirkan balapan yang lebih seru dan kompetitif, atau justru memunculkan tantangan baru yang tak terduga? Jawabannya akan terungkap ketika lampu start musim 2026 resmi menyala.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....