Hapkido, Seni Bela Diri Korea yang Mengutamakan Keharmonisan Gerak
- 29 Sep 2026 21:17 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Hapkido merupakan seni bela diri asal Korea Selatan yang menggabungkan teknik kuncian sendi, pertahanan diri, dan efisiensi gerakan. Secara etimologis, kata Hapkido terdiri atas tiga unsur, yaitu Hap yang berarti keselarasan atau koordinasi, Ki yang merujuk pada energi atau tenaga, serta Do yang berarti jalan atau seni kehidupan.
Sejarah Hapkido berkaitan dengan perkembangan seni bela diri di Asia Timur serta pertukaran pengetahuan lintas negara setelah Perang Dunia II. Salah satu tokoh penting dalam sejarah Hapkido adalah Choi Yong-sul (1904–1986), yang dikenal sebagai salah satu pendiri utama seni bela diri tersebut.
Pada masa pendudukan Jepang di Korea, Choi Yong-sul dibawa ke Jepang dan kemudian mempelajari Daitō-ryū Aiki-jūjutsu di bawah bimbingan Takeda Sokaku. Pengalaman tersebut menjadi salah satu dasar teknik yang kemudian memengaruhi perkembangan Hapkido.
Setelah Perang Dunia II berakhir pada 1945, Choi Yong-sul kembali ke Korea dan mulai mengajarkan teknik pertahanan diri. Pada 1948, ia bertemu dengan Seo Bok-seob, seorang pengusaha muda yang kemudian menjadi salah satu murid awalnya dan turut berperan dalam perkembangan tempat latihan Hapkido.
Dalam perkembangannya, sejumlah murid Choi, termasuk Ji Han-jae, turut mengembangkan teknik Hapkido. Teknik tersebut kemudian mencakup variasi tendangan, pukulan, kuncian, serta penggunaan sejumlah senjata tradisional seperti tongkat pendek dan tali.
Dalam buku Hapkido: Tradition, Philosophy, Technique, Marc Tedeschi menggambarkan Hapkido sebagai seni bela diri yang memadukan teknik serangan dengan kuncian sendi yang mengalir. Perpaduan tersebut membuat Hapkido memiliki beragam teknik yang dapat digunakan dalam situasi pertahanan diri.
Hapkido juga memiliki sejumlah prinsip yang menjadi dasar gerakannya, antara lain Hwa yang berkaitan dengan keharmonisan, Yu yang menggambarkan sifat mengalir dan beradaptasi seperti air, serta Wha yang berkaitan dengan gerakan melingkar dalam mengarahkan kembali kekuatan lawan. Prinsip tersebut menekankan pemanfaatan gerakan dan tenaga lawan daripada menghadapi kekuatan secara langsung.
Memasuki paruh kedua abad ke-20, Hapkido berkembang ke berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Eropa, dan sejumlah negara di Asia. Di Indonesia, Hapkido mulai diperkenalkan dan dikembangkan oleh Master Vincentius Yoyok Suryadi pada 2014 dan kemudian berkembang di bawah naungan Pengurus Pusat Hapkido Indonesia (PPHI).
Hapkido selanjutnya berkembang sebagai cabang olahraga dan bela diri di Indonesia, termasuk melalui berbagai kompetisi olahraga nasional. Perkembangan tersebut turut memperkenalkan teknik dan filosofi Hapkido kepada masyarakat yang lebih luas.
Saat ini, Hapkido tidak hanya dipandang sebagai seni pertahanan diri, tetapi juga sebagai aktivitas yang mengembangkan disiplin, koordinasi gerak, dan pengendalian diri. Perpaduan antara teknik, filosofi, serta perkembangan olahraga membuat Hapkido terus berkembang dan dipelajari di berbagai negara, termasuk Indonesia.
(M Walid Abidan-STIDKI)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....