Pra-Event Boost Combat: Gebrakan Perdana Tinju Pelajar di Bogor

  • 22 Agt 2026 18:09 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Kota Bogor mencetak sejarah baru dalam dunia olahraga melalui gelaran Pra-Event Boost Combat yang berlangsung di SMK PGRI 3 Kota Bogor, Sabtu, 22 Agustus 2026. Ajang tinju antarpelajar dan umum ini berhasil menyedot perhatian publik dengan menghadirkan 80 fighter yang berlaga dalam 40 partai pertandingan.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai wadah positif untuk mengarahkan minat, bakat, serta kedisiplinan generasi muda ke dalam jalur kompetisi yang resmi dan sehat. Pelaksanaan acara terwujud berkat sinergi lintas sektor dari Pertina, Dispora, Bapposi, Buitenzorg Boxing Club, Boxing SMK PGRI 3, RS Islam Aysha, BPJS Ketenagakarjaan, serta dukungan sponsor seperti Camp Black Fox, Teh Poci Mas Eno, GomGom Universal, dan CIAO Tea and Coffee.

Kelancaran operasional di lapangan juga digerakkan secara aktif oleh organisasi siswa SMK PGRI 3 Kota Bogor, termasuk OSIS, PALAGRI, PMR, Fotografi, dan SB SMK PGRI 3, yang sekaligus menjadi sarana pembelajaran manajemen acara bagi para siswa. Ketua Pelaksana, Ridwan Ubaydillah, menekankan pentingnya wadah ini bagi masa depan pemuda.

"Kami berharap Pra-Event Boost Combat dapat mendorong minat dan bakat para pelajar maupun masyarakat Kota Bogor dalam olahraga boxing," ujar Ridwan.

Ia menambahkan, selain meningkatkan prestasi, pihaknya ingin menghadirkan ruang positif bagi anak muda agar energi dan semangat mereka tersalurkan melalui kegiatan olahraga.

“Sehingga para pelajar dapat ikut berkontribusi dalam mengurangi angka tawuran di kalangan pelajar,” tambahnya.

Sementara itu, Project Manager Boost Combat, Muhammad Rafi, memberikan apresiasinya terhadap kolaborasi internal sekolah.

“Kekompakan antara guru, alumni, dan murid SMK PGRI 3 Kota Bogor sangat luar biasa dan patut diapresiasi. Kolaborasi seperti ini bukan hanya tentang menyukseskan sebuah event, tetapi juga bagaimana kita bersama-sama memajukan sekolah, meningkatkan kualitas SDM, serta membangun intelektual dan karakter para siswa,” tutup Muhammad Rafi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....