Sering Terdengar Keras, ternyata Teriakan Atlet Bulu Tangkis Punya Fungsi Penting
- 26 Jul 2026 17:19 WIB
- Bogor
Poin Utama
- Teriakan bukan sekadar luapan emosi, tetapi menjadi cara atlet menjaga fokus, meningkatkan semangat, dan membangun kepercayaan diri selama pertandingan.
- Dalam nomor ganda, teriakan juga berfungsi sebagai komunikasi, membantu pasangan mengatur posisi, memberi aba-aba, dan saling menyemangati saat reli berlangsung.
- Ada batasannya dalam aturan pertandingan. Teriakan yang dianggap mengganggu konsentrasi lawan atau tidak sportif dapat berujung pada peringatan dari wasit sesuai regulasi yang berlaku.
RRI.CO.ID, Bogor - Bagi pencinta bulu tangkis, teriakan para pemain di tengah pertandingan tentu bukan hal yang asing. Suara lantang yang terdengar setelah melakukan smash atau meraih poin sering kali dianggap sebagai bentuk luapan emosi. Namun, di balik itu, teriakan memiliki fungsi yang lebih dari sekadar ekspresi kegembiraan.
Dalam pertandingan bulu tangkis yang berlangsung dengan tempo cepat, setiap poin membutuhkan konsentrasi dan tenaga yang maksimal. Karena itu, banyak atlet memanfaatkan teriakan sebagai cara untuk membangkitkan semangat sekaligus menjaga fokus selama pertandingan berlangsung.
Selain meningkatkan motivasi diri, teriakan juga dapat membantu pemain melepaskan ketegangan yang muncul saat menghadapi tekanan. Dengan kondisi mental yang lebih rileks, atlet dapat kembali fokus menyusun strategi untuk menghadapi reli berikutnya.
Pada nomor ganda, teriakan bahkan menjadi bagian dari komunikasi antarpasangan. Seruan singkat dapat menjadi penanda bahwa pemain siap mengambil shuttlecock, mengatur posisi, atau memberikan semangat kepada rekan setim setelah berhasil meraih poin penting.
Di sisi lain, teriakan juga mampu membangun momentum pertandingan. Ketika seorang atlet berhasil memenangkan reli panjang atau mencetak angka krusial, ekspresi tersebut dapat meningkatkan rasa percaya diri sekaligus memberi tekanan psikologis kepada lawan.
Meski demikian, para pemain tetap harus menjaga sportivitas. Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) memiliki aturan mengenai perilaku atlet di lapangan. Teriakan yang dilakukan secara berlebihan atau bertujuan mengganggu konsentrasi lawan dapat dinilai sebagai tindakan tidak sportif dan berpotensi mendapat peringatan dari wasit.
Itulah sebabnya, teriakan dalam pertandingan bulu tangkis bukan sekadar pelampiasan emosi. Di balik suara yang terdengar di lapangan, terdapat unsur strategi, komunikasi, pengelolaan mental, hingga upaya menjaga ritme permainan agar tetap kompetitif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....